Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lirik untuk Ayunda, Sebuah Pementasan Opera Tentang Kartini Bakal Hadir di Jepara

0 80

MURIANEWS.com, Jepara – Sebuah perhelatan budaya akan digelar pada Senin (16/9/2019) dalam rangkaian Haul ke-115 RA Kartini di Jepara. Sebuah pementasan opera berjudul ‘Lirik Untuk Ayunda’ akan menjadi puncaknya.

Haul RA Kartini ke-115 rencananya akan digelar di Serambi Belakang Pendapa Kabupaten Jepara. Sebelum pementasan opera, akan digelar doa bersama yang akan dipimpin oleh Ketua MUI Jepara KH. Mashudi. Acara ini diinisiasi oleh Yayasan Kartini Indonesia bersama sejumlah pihak.

Ketua Yayasan Kartini Indonesia Hadi Priyanto menyebutkan, pementasan opera tentang RA Kartini bisa disebut langka. Belum pernah ada kisah mengenai Kartini disampaikan melalui opera.

Opera ‘Lirik Untuk Ayunda’ sendiri akan melibatkan sejumlah seniman Jepara dan pelajar di Bumi Kartini. Selain itu, pementasannya juga akan dilakukan di lokasi di mana Kartini bersama Kardinah dan Roekmini pernah membuka sekolah untuk kaum perempuan Jepara.

“Pementasan ini semakin spesial, karena juga akan dihadiri trah langsung RA Kartini. Lokasi pementasan di Serambi Belakang Pendapa Kabupaten Jepara, yang dulu digunakan RA Kartini dan kedua adiknya, Rukmini dan Kardinah membuka sekolah putri pertama kalinya serta tempat bermain selama mereka dipingit,” ujar Hadi Priyanto, Minggu (15/9/2019).

Sementara itu, penulis naskah dan sutradara pementasan, Iskak Wijaya, menyebutkan opera ini akan berkisah tentang peran RA Kartini dalam pangggung pergerakan nasional. Kartini yang memiliki kedekatan dengan para pemuda di sekolah kedokteran STOVIA, juga ikut memberi gagasan.

Pementasan ini berdurasi 90 menit, dan akan menyugguhkan kolaborasi musik tradisional, musik kontemporer, prosa lirik, puisi, tarian, kidung macapat, wayang serta paduan suara.

Nuansa berbagai tampilan seni ini diharapkan mampu merefleksikan kembali perjuangan Kartini dan sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi para pewaris untuk melanjutkan perjuanganya dalam konteks kekinian.

“Ayunda adalah sebutan yang diberikan para pelajar sekolah kedokteran STOVIA Batavia kepada Kartini. Sebab pemikiran kritis terhadap ketidakadilan yang membelenggu perempuan dan bangsa Bumi Putera telah memantik berkobarnya api nasionalisme dan patriotisme dikalangan pemuda progresif terpelajar pada saat itu,” ujar Iskak Wijaya.

Opera ini akan menceriterakan perjuangan RA Kartini dari berbagai sudut pandang orang yang ada di sekitar perjalanan hidupnya. Kisah utama Opera “Lirik untuk Ayunda” ini memaparkan masa kecil Kartini yang sangat bahagia sebagai putri seorang bupati.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.