Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jateng Jadi Pilot Project Gerakan Menabung Nasional, 3.350 SMP Dilibatkan

0 33

MURIANEWS.com, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI menetapkan Jawa Tengah sebagai pilot project Gerakan Indonesia Menabung. Sebanyak 3.350 SMP bakal dilibatkan dengan mengandeng beberapa bank.

Ketua OJK RI Wimboh Santoso, mengatakan gerakan ini oleh OJK dijadikan sebagai jurus untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami putuskan Jawa Tengah sebagai pilot project Gerakan Menabung Nasional. Karena Jawa Tengah ini potensinya paling besar di Tanah Air. Pertumbuhan ekonominya, SDM nya, pertanian, kelautan dan lainnya,” kata Wimboh.

Dalam program ini menurut dia, wujudnya nanti berupa tabungan digital. Teknologi terbaru akan digunakan dalam gerakan menabung ini di tiap SMP yang di Jateng.

“Mereka tidak pegang buku tabungan. Praktiknya, di sekolah itu bendahara kelas kita beri mesin. Setiap hari Senin kita jadikan hari menabung. Mesinnya dikasih oleh bank, setiap Senin sore bank mengambil ke sekolah,” ujarnya.

Setiap tahun ajar baru, lanjut Wimboh pendaftar harus memiliki buku tabungan tanpa biaya administrasi.

“Ini bertahap, siswa SMP menabung uang, saat SMA uang tabungannya tambah dan saat jadi mahasiwa kita ajak buka startup,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, gerakan ini memiliki dua target, yakni pertumbuhan makro ekonomi dan edukasi ekonomi. Untuk pertumbuhan ekonomi menurut Ganjar merupakan efek yang paling terasa dari gerakan ini, terlebih Jawa Tengah jumlah siswa SMP mencapai 1,2 juta orang.

“Evaluasi yang kita lakukan adalah sejauh mana kita bisa menyiapkan edukasi ekonomi. Ini butuh waktu panjang bukan sekadar perbankan yang jalan tapi seluruh masyarakat,” katanya.

Gerakan tersebut, kata Ganjar, memang dimulai dari anak tapi tidak akan menutup kemungkinan akan mengedukasi orangtuanya. Karena gerakan ini juga mau atau tidak harus memberi pemahaman pada orangtua agar ikut mengatur uang saku anaknya.

“Saya jadi kepikiran ini kalau SD dan TK jauh lebih menarik, karena yang menabung pasti orangtuanya,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.