Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Eksistensi Kesenian Barongan di Pati Mulai Memudar

MURIANEWS.com, Pati – Kabupaten Pati mempunyai segudang kesenian tradisional yang sering digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia. Termasuk juga kesenian barongan. Bahkan dalam kesenian itu mengandung unsur pengetahuan, gagasan, kepercayaan dan norma.

Namun, di tengah gempuran peradaban, eksistensi kesenian tradisional itu mulai memudar. Ditambah dengan minimnya generasi muda yang perhatian dan konsen untuk melestarikan barongan itu.

Reban (59), pemilik seni barongan Cipta Budhaya di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati mengeluhkan hal tersebut. Ia menyebut, saat ini generasi muda enggan untuk mempelajari kesenian tradisional barongan.

“Mungkin bisa dihitung jari (pemuda yang mau melestarikan barongan). Sehingga, kami sebagai generasi yang tua, sulit untuk melakukan pembinaan,” katanya, Jumat (13/9/2019).

Padahal generasi muda merupakan harapan utama para seniman barongan untuk melestarikan produk budaya lokal ini.

Ia punya harapan tinggi, agar kesenian tradisional seperti barongan tak hilang digilas zaman. Terlebih, selain sebagai warisan leluhur, barongan juga mempunyai nilai spiriual. Bahkan untuk memainkannya sendiri, dibutuhkan keahlian khusus yang harus dilalui dengan berbagai ritual.

“Tidak sembarang orang bisa bermain barongan. Sebab, ada ritual yang harus dilakukan terlebih dahulu,” ujarnya.

Karena itulah, kesenian barongan ini hanya tampil pada even-even khusus. Seperti saat sedekah bumu, ataupun untuk melengkapi orang yang bernazar.

“Biasanya kami melakukan pertunjukan ketika ada acara tertentu. Kami sudah pernah tampil di berbagai desa di Kabupaten Pati,” ungkapnya.

Reban menambahkan, barongan yang dimilikinya tersebut dibuat sekitar tahun 1960-an, yakni buatan Almarhum Mulyono. Bahkan dia menilai bahwa barongan Cipta Budhaya itu adalah yang tertua di Bumi Mina Tani.

“Barongan ini termasuk salah satu barongan yang tua di Pati. Intinya, jangan sampai punah,” katanya.

Dirinya berharap agar para generasi muda dapat mencintai kesenian barongan itu. Setelah ada kecintaan, baru kemudian mempelajari dan melestarikan. Sebab, tidak mungkin tanpa mencintai akan muncul rasa mememiliki.

“Ini adalah tanggung jawab kita, termasuk generasi muda. Jadi, jangan sampai kesenian barongan ini dilupakan begitu saja tanpa ada yang melestarikannya,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...