Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Masih Tersisa 300 Ribu Orang, Pemprov Jateng Kebut Pendataan Kartu Tani

0 136

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengebut proses pendataan program Kartu Tani. Terlebih saat ini, tinggal 300 ribu petani di provinsi ini yang belum masuk big data pertanian Jateng.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro mengatakan, dari total 2,8 juta petani yang ada di Jateng, sudah ada 2,5 juta petani yang telah terdata dengan kepemilikan Kartu Tani.

“Kami terus mengebut pendataan dengan mempercepat program Kartu Tani. Saat ini hanya kurang 300.000 ribuan saja petani yang belum menerima kartu itu,” katanya.

Ia menyebut, untuk bulan September 2019 ini pihaknya tengah memproses 194.871 kartu untuk segera dibagikan kepada masyarakat.

Suryo menerangkan, Kartu Tani selain untuk memastikan pemberian subsidi pada petani tepat sasaran, juga merupakan data real petani. Dengan program ini, akan diketahui apa yang ditanam, serta luasan tanamannya.

”Sehingga nantinya, produksi pertanian Jateng dapat terpantau dengan baik. Dan kebijakan-kebijakan yang diambil akan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan, dalam waktu yang tidak lama, semua petani di Jateng sudah mendapatkan Kartu Tani. Pihaknya juga akan terus menyosialisasikan tentang penggunaan dan manfaat dari kartu tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, program Kartu Tani yang diluncurkannya sebenarnya tidak hanya bicara soal pembagian pupuk bersubsidi.

Namun lebih dari itu, program itu adalah upaya pendataan petani di Jawa Tengah sesuai kondisi di lapangan.

“Meskipun awalnya program ini diperdebatkan, namun masyarakat tidak sadar bahwa ini adalah awal untuk pendataan. Saat ini, hanya Jateng yang memiliki data pertanian terlengkap. Dari data itu, siapa petaninya, dia tanam apa, berapa luasannya, maka akan dapat diperoleh data valid sehingga mempengaruhi kebijakan selanjutnya, baik soal pupuk, pemasaran, asuransi petani dan lain sebagainya,” tegasnya.

Ganjar menerangkan, saat ini pihaknya terus meningkatkan kualitas dari pertanian Jateng. Setelah proses pendataan selesai melalui Kartu Tani, di sisi lain pihaknya juga telah menyiapkan wadah lain yakni Sihati, Rego Pantes dan program lainnya.

“Kami juga sudah menyiapkan program sistem logistik daerah (Sislogda) sebagai upaya optimalisasi produk pangan di Jateng dari hulu ke hilir,” terangnya.

Sislogda lanjut dia, akan dipadukan dengan Kartu Tani sebagai basis data. Dengan Sislogda ini, maka akan ada desain tentang kebijakan publik dalam politik pangan nasional.

“Kalau dahulu dikenal dengan lumbung pangan, sekarang namanya Sislogda. Program ini akan kami dorong sampai ke daerah untuk memetakan produksi pangan, seperti mengetahui potensinya, berapa kapasitasnya, siapa yang akan menggunakan, berapa yang digunakan untuk prioritas warga miskin dan sebagainya. Hingga pada persoalan ekspor produk pangan kita,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.