Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

AMSI Jateng dan Kominfo Latih Jurnalis Online Cara Cek Fakta dan Kenali Hoaks

0 49

MURIANEWS.com, Solo – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Tengah bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Informasi dan Kebijakan Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar pelatihan Cek Fakta bagi para jurnalis media online. Pelatihan ini digelar di Monumen Pers  Nasional, Solo, Kamis (12/9/2019).

Pelatihan ini digelar sebagai bagian dari kampanye antihoaks dan sebagai kewajiban media massa untuk selalu menyampaikan berita secara benar dan jernih.

Hadir dalam pelatihan ini Dirjen IKP Kominfo Widodo Muktiyo, Kepala Monumen Pers Nasional, Widodo Hastjaryo, Ketua AMSI Jateng Suwarmin, serta puluhan awak media dari berbagai daerah di Jateng.

Dalam pelatihan ini para jurnalis dipandu oleh mentor bersertifikat Google, yakni Syifaul Arifin dan Rini Yustiningsih.

Kepala Monumen Pers Nasional, Widodo Hastjaryo dalam sambutanya menyebutkan keprihatinannya atas makin banyaknya berita bohong yang beredar. Salah satu yang ia sebut adalah hoaks yang menyelimuti kabar duka meninggalnya Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

“Kita tahu bahwa sebelum BJ Habibie meninggal dunia tadi malam. Ketika masih dirawat kemarin banyak berita hoaks tentang meninggalnya BJ Habibie,” katanya.

Tak hanya itu, pesan BJ Habibie saat di Kairo tahun lalu juga diberitakan bahwa pesan itu pesan terakhir BJ Habibie sebelum meninggal dunia.

“Padahal pesan itu sudah ada sejak dulu. Ini beritanya kan mengulang,” ujarnya.

Contoh lain yang ia sebut, yakni tentang kecelakaan maut di Tol Cipularang yang memakan banyak korban jiwa. Saat itu beredar foto-foto tentang tabrakan maut, namun foto yang beredar merupakan kejadian di Jerman.

“Nah berita-berita ini perlu untuk diklarifikasi. Perlu mengecek fakta segala macam. Sehingga bisa dibedakan mana hoaks mana berita yang benar,” terangnya.

Ketua AMSI Jateng Suwarmin, mengatakan, dengan pelatihan ini diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Terutama para jurnalis online, yang setiap hari selalu bersinggungungan dengan informasi yang bersumber dari berbagai macam saluran.

“Kami harapkan jurnalis yang menjadi peserta juga menularkan ilmunya  kepada teman yang lain. Sehingga kedepan masyarakat dapat mengurangi dan menyeleksi berita bohong yang ada di masyarakat . Apalagi berita bohong ini memicu terjadi konflik,” bebernya.

Sementara itu, Widoodo Muktiyo juga menyebut pelatihan cek fakta ini sangat penting. Ia pun yakin profesi jurnalis online akan semakin tumbuh. Dan hal ini menurutnya akan memunculkan tantangan yang semakin berat, seiring dengan banyaknya informasi yang beredar di masyarakat.

“Kita ini mungkin masuk dalam era penjajahan informasi. Kebenaran, fakta, dan bukti menjadi samar dan seolah tak penting. Dan jurnalis tetap harus melakukan verifikasi pada setiap informasi yang disampaikan,” pungkasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.