Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Open House Ahbabul Musthofa: Habib Syech Jelaskan Makna Sakit

0 218

MURIANEWS.com, Solo – Suasana open house di Majelis Ahbabul Musthofa yang diasuh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf di Semanggi Kidul, Jalan KH. Muzakir Gang Bengawan Solo VI Nomor 12, Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Rabu (12/9/2019) petang berlangsung khidmat. Acara rutin setiap hari Rabu itu dihadiri ratusan jemaah dari berbagai wilayah.

Dari pantauan di lokasi, rombongan PR Sukun turut hadir dalam acara tersebut. Rombongan dari Sukun diwakili oleh keluarga Direksi Sukun Group Helmi Tas’an Wartono selaku Koordinator Bidang Keagamaan yang didampingi Corporate Secretary PR Sukun Deka Hendratmanto.

Tak hanya rombongan dari Sukun saja, melainkan juga tampak ada rombongan Bupati Bantul, Suharsono, serta rombongan jemaah lain. Seperti dari Tegal, Jepara, hingga ada dari Sumenep Madura, Jawa Timur.

Pada acara itu, ulama dan tokoh penggerak selawat asal Surakarta terlihat ramah kepada para jemaah.

Habib Syech juga tampak akrab kepada siapa saja yang hadir. Setiap kali ada jemaah yang datang selalu disapa olehnya. Pada acara itu, Habib Syech juga berdialog dan memberikan tausyiah kepada ratusan jemaah.

Habib Syech memberikan nasehat-nasehat segar dan seringkali mengundang gelak tawa jamaah yang hadir. (MURIANEWS.com/Sundoyo Hardi)

Salah satu jemaah kemudian bertanya tentang makna sakit. Habib Syech kemudian menjelaskan maknanya, bahwa sakit adalah sebuah ujian dan tanda cinta dari Allah.

Menurutnya, Allah biasanya memberikan sebuah ujian. Ujian tersebut bisa sakit atau bencana yang lain. Namun semua itu adalah tanda cinta Allah kepada umatnya.

“Jadi subahanallah, musibah itu membawa nikmat bagi kaum yang lain,” katanya.

Ia mengatakan, makna sakit itu seperti Allah mengingatkan kepada umatnya. Ada orang yang memiliki kesalahan, banyak memiliki kekeliruan, maka oleh Allah diingatkan dengan sakit.

“Sakit ini sabar mesti masuk surga. Kalau ndak sabar akan nambahi dosa,” terangnya.

Untuk itu, ketika ada orang diberikan sakit, harus dijalani dengan sabar. Menurut dia, sakit itu juga bisa sebagai sarana untuk menghilangkan dosa-dosa. Bukti Allah cinta kepada umatnya.

“Ada orang tidak pernah sakit, tapi minta sakit. Karena adanya musibah ini, kamu masih dipandang oleh Allah. Jadi mendapatkan ujian merasa dipandang oleh Allah,” ungkapnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.