Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

2.948 Kendaraan di Jepara Terjaring Razia, Knalpot dan Bak Truk Tak Standar Langsung Dipotong

0 290

MURIANEWS.com, Jepara – Polres Jepara mengakhiri kegiatan Operasi Patuh Candi 2019 di wilayahnya, Rabu (11/9/2019). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua pekan dengan melakukan razia kendaraan di sejumlah titik.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman menyatakan, dari kegiatan Operasi Patuh Candi 2019, pihaknya menjaring 2.946 kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Kendaraan-kendaraan ini terjaring lantaran ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik atau pemakainya.

Pihaknya juga menyiya sejumlah knalpot, ban motor, sepeda motor, dan truk, yang tidak sesuai dengan ketentuan. Sebagai langkah tindak lanjut, barang-barang yang disita, ada yang dimusnahkan dengan cara dipotong.

Kendaraan-kendaraan muatan yang melebihi dimensi yang disyaratkan juga dipotong dikembalikan sesuai aturan yang ada.

Secara simbolis, Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman melakukan pemotongan bak truk milik Sami Sembodo. Truk barang ini memiliki panjang yang tidak sesuai dengan surat-surat kendaraannya.

“Pemilik truk ini sudah menyadari dan bisa memahami jika kendaraannya harus dipotong dikembalikan sesuai dengan ketentuan dimensi. Ukuran baknya ini ditambah sendiri menjadi lebih panjang,” ujar Arif Budiman, Rabu (11/9/2019) di Halaman Belakang Mapolres Jepara.

Truk milik Sami Sembodo, seharusnya memiliki jarak sumbu 3.350 milimeter. Namun setelah diukur jarak sumbunya mencapai 4.900 milimeter.

Selain panjangnya melebihi batasan, lebar sumbunya juga ditambahi sendiri. Dari yang seharusnya 2.060 milimeter menjadi 2.600 milimeter.

“Di luar itu, panjang bak truk ini mestinya hanya 4.300 milimeter, namun diubah menjadi 7.360 milimeter. Jadi ini harus dipotong, dikembalikan sesuai dengan ketentuan dimensi yang ada,” tambah AKBP Arif Budiman.

Pada kesempatan itu, Sami Sambodo mengaku memang mengubah dimensi truknya untuk keperluan mengangkut sepeda motor. Perubahan itu dimaksudkan agar bisa memuat lebih banyak kendaraan.

Jika ukurannya normal, maka kendaraan miliknya hanya mampu mengangkut sepeda motor sejumlah 28 unit. Dengan perubahan yang dilakukannya, sebanyak 34 unit sepeda motor bisa diangkut.

“Karena memang salah, saya tentu iklas saja. Nanti akan saya kembalikan sesuai dimensi yang diperbolehkan. Nanti saya kembalikan ke ukuran standarnya,” ujar Sami Sambodo.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.