Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Jeruk Pamelo Khas Pati Melambung, Stok di Petani Menipis

0 392

MURIANEWS.com, Pati – Harga jeruk pamelo khas Bumi Mina Tani, saat ini tengah melambung tinggi. Bahkan satu kilogramnnya mampu mencapai Rp 19 ribu dari petani. Harga ini pasti jauh lebih tinggi lagi jika sudah di pasaran.

Namun seiring dengan melambungnya harga ini, stok pamelo dari petani di Pati sekarang mulai menipis.

Sutrisno, salah satu petani jeruk pamelo di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Pati, mengatakan, stok di tingkat petani saat ini minim. Sebab, selain kemarau panjang, ada banyak hama ulat buah.

“Harga pasaran sendiri mancapai menembus Rp 22 ribu perkilogram. Padahal untuk satu buah jeruk pamelo bisa mencapai dua hingga lima kilogram,” katanya, Rabu (11/9/2019).

Dia menambahkan, pada saat cuaca normal, untuk satu pohon jeruk pamelo dapat menghasilkan hingga tujuh kuintal. Tetapi kalau musim kemarau panjang, paling-paling satu jeruk bobotnya hanya satu sampai dua kilogram.

“Untuk permintaan sendiri saat ini sangat banyak. Bahkan pesanan dari luar daerah juga banyak, tapi stoknya kurang. Hasil panen petani tahun ini minim,” ujarnya.

Menurutnya, musim kemarau selalu menjadi kendala bagi para petani jeruk pamelo. Tanaman menjadi kurang air dan rentan penyakit, sehingga mengakibatkan produksi menurun. “Kalau sudah seperti ini, harganya nanti juga tidak bisa terkontrol,” terangnya.

Jeruk pamelo khas Gembong mempunyai rasa dan tekstur yang khas dibandingkan dengan jeruk bali. Selain itu, pamelo juga lebih berair dan berasa lebih manis serta tidak berbiji.

Kelebihan jeruk pamelo inilah yang saat ini tengah dikembangkan untuk bisa merebut pasar nasional.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.