Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengajian Umum HUT PR Sukun Ke-72

Ini Resep Jadi Orang Baik Luar Dalam Versi KH Anwar Zahid

0 140

MURIANEWS.com, Kudus – KH Anwar Zahid memiliki resep jitu untuk menjadi manusia yang baik luar dalam. Yakni dengan mencontoh Nabi Muhammad SAW.

“Nah para jemaah supaya kalian jadi apik jobo jero (bagus luar dalam), ada resepnya. Contohlah Mabi Muhammad. Sing penting apik. Ora usah dibahas apike karo wong, sing penting apik. Wong apik ora bakal diremehke. Wong sing apik tenan ora bakal dielek-elek (Gak usah dibahas kebaikannya, yang penting baik dulu. Orang baik tak akan diremehkan orang lain. Orang baik juga tak aka dijelek-jelekan),” katanya saat memberikan tausyiah di pengajian dalam rangka HUT PR Sukun ke-72 dan tahun baru 1441 H di Masjid Taqwa, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Selasa (10/9/2019) malam.

Dai berusia 45 tahun asal Bojonegoro itu mencontohkan, kebaikan itu ibarat berlian dan emas. Apabila dua benda tersebut dimasukan dalam selokan akan tetap menjadi emas dan berlian. Bahkan kedua barang itu akan tambah cermelang.

Contoh liyane, dudu Kiai dipacaki kiai. Wong edan pinggir dalan dipacaki kayak kiai, diwenei jubah, lan diwenei tasbeh gede-gede direntengi dikalungno. Ora ono sing nganggep dikne kiai. Kiai tenan, ora dihormati lantara pakaiane tapi ilmune (contoh lain, bukan kiai didandani kiai. Orang gila di jalan dibuat seperti kiai, diberi jubah, dan tasbih besar. Orang berakal tak akan ada yang menganggap dia kiai. Kiai betulan tidak dilihat dari pakaiannya tapi ilmunya),” terangnya.

Ia pun membeberkan, resep pertama untuk menjadi orang baik luar dalam, yakni harus mencintai orang-orang farkir miskin. Senang dengan orang kaya tetapi harus lebih senang dengan orang miskin. Akrab dengan orang kaya, tetapi harus lebih akrab dengan orang miskin.

Ribuan warga mulai padati tausyiah dari dai kondang asal Bojonegoro, Jawa Timur, KH Anwar Zahid Masjid Taqwa Ngemplak Gondosari, Kecamatan Gebog, pada Selasa (10/9/2019) malam. (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji)

“Coba, saat diundang khajatan, yang ngundang satu miskin tapi yang satu kaya. Kalau diundang bersamaan, kalian milih datang yang mana? Harusnya wong miskin. Dapat pahala, sebab orang miskin kalau ditemani senang. Menyenangkan orang itu ibadah,” katanya.

Kemudian resep yang kedua adalah doa orang miskin lebih dikabulkan oleh Allah. Meski orang miskin tidak bisa mencari uang, tetapi doanya lebih dikabulkan oleh Allah.

“Dari dulu miskin, ingin kaya tapi belum bisa. Cuman orang miskin itu doanya mujarab.  Contoh ular nyembur bisa ke ayam pasti ayamnya mati. Tapi nyebur awake dewe ora iso. Makane ora ono ulo nyembur awake dewe (Tapi, ular tak bisa menyembur badannya sendiri, makannya tak ada ular yang mematuk tubuhnya sendiri,” katanya.

Menurutnya, orang kaya di dunia ini selalu mendahuluhi. Seperti saat membangun rumah, orang kaya pasti mendahului. Selanjutnya, orang kaya pasti mendahului ketika saat membeli handphone, ketimbang orang miskin.

Namun ketika di akhirat nanti, orang miskin akan didahulukan oleh Allah. Terutama untuk masuk di surga. Orang kaya harus menunggu hingga 500 tahun lamanya. Sedangkan orang miskin sudah masuk surga terlebih dahulu.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat di Kudus untuk mencontoh kanjeng Nabi Muhammad SAW. Meskipun dirasa tidak bisa, namun harus dicoba.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.