Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengajian Umum HUT PR Sukun Ke-72

KH Anwar Zahid Ajak Masyarakat Kudus Jadi Manusia yang Baik Luar Dalam

0 82

MURIANEWS.com, Kudus – Tausyiah KH Anwar Zahid disambut antusias ribuan jemaah yang hadir dalam pengajian umum HUT PR Sukun ke-72 sekaligus peringatan Tahun Baru 1441 Hijriyah di Masjid Taqwa Ngemplak, Desa Gondosari Kecamatan Gebog, Selasa (10/9/2019) malam. Dai kondang asal Bojonegoro itu mengajak ribuan jemaah, khususnya warga Kudus untuk melakukan perbaikan diri menuju kebaikan.

“Semangat untuk melakukan perbaikan menuju kebaikan itu sangat penting. Tak usah menjelek-jelekan suadara kita yang belum baik. Mari kita rangkul semua untuk berbuat baik. Hidup ini hanya diperintahkan untuk berbuat baik kepada semuanya,” katanya.

Ia mengatakan, Allah SWT menciptakan manusia sejak lahir dalam kondisi baik. Kemudian, Allah juga menghendaki ketika manusia meninggal dunia menghadap ke sang pencipta juga dalam kondisi baik pula. Oleh karenanya, di dunia ini kewajiban kita adalah menjadi orang yang baik.

“Gusti allah ngetokno (menciptakan) manusia dalam keadaan baik. Gusti Allah ngersak wayahe sowan (Gusti Allah menghendaki) di hadapan Allah manusia juga dalam keadaan baik. Maka di dunia ini usaha jadi orang yang baik,” ajaknya.

Ia juga mewanti-wanti, ketika meminta kepada Allah tidak usah aneh-aneh. Memintalah kebaikan untuk diri sendiri, untuk menjadi orang yang baik. Baik itu tidak hanya dari luar saja, melainkan juga baik dari dalam.

Ya apik jerone ya apik jobone. Nik iso umah apik, uwonge ya apik. Nik iso. Nik iso gak iso umah gak patio apik sing penting uwonge apik. Ojo nganti kapien umah. Aku nyawang umahe apik, tapi ketemu uwonge ya senep,” ungkapnya.

Oleh karenanya, KH Anwar Zahid meminta agar menjadi manusia baik dari luar dan baik dalam dalam. Andai pun tidak bisa, dari dalam harus menjadi orang yang baik.

Klambi gak patio apik sing penting uwonge apik (Pakaian tidak bagus tapi orangnya bagus). Ojo nganti kapien klambi, sampai diomongno eman ya klambine iku dinggo wong kui (Jangan sampai kebagusan baju. Sampai-sampai diomongkan orang, eman baju itu dipakai orang itu),” pungkasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.