Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Berkunjung ke RKG, Pendiri Indonesian Tempe Movement Ajak Masyarakat Bangga dengan Tempe

0 71

MURIANEWS.com, Grobogan – Rumah Kedelai Grobogan (RKG) mendapat kunjungan tamu istimewa, Senin (9/9/2019). Yakni, pendiri Indonesian Tempe Movement (ITM) Ignatia Widya Kristiari atau yang lebih dikenal dengan nama Wida Winarno. ITM merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengampanyekan tempe ke seluruh penjuru dunia.

Dalam kesempatan itu, Wida sempat berkeliling melihat lokasi RKG. Mulai dari lahan tanaman, penjemuran, ruang penyimpanan benih, pembuatan tahu dan tempe hygiene dari bahan kedelai lokal non GMO (tanpa rekayasa genetik).

Wida dan rombongan juga sempat mencicipi aneka masakan dari bahan kedelai yang tersedia di resto RKG. Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto dan Kabid Hortikultura Nur Widiastuti terlihat mendampingi Wida selama berada di RKG.

Setelah itu, Wida sempat mengisi materi workshop dengan tema ‘Ayo Menempe’ di aula RKG. Workshop diikuti sejumlah pegawai dinas pertanian, petani kedelai, pengusaha tahu tempe dan pembuat aneka makanan/minuman dari bahan kedelai.

Wida menginginkan agar tempe yang asli Indonesia itu tidak dipandang sebelah mata. Sebab, makanan ini memiliki keistimewaan dari sisi teknologi pangan.

“Tempe ini makanan tradisional sejak dulu. Bentuknya memang sederhana, tapi sebetulnya, proses pembentukannya secara kimiawi sangat kompleks sekali,” tegasnya.
Wida menuturkan, ada dua strategi yang dilakukan Tempe Movement dalam misinya ini. Strategi pertama diterapkan di luar negeri untuk menguatkan branding bahwa tempe itu dari Indonesia dan Indonesia itu identik dengan tempe.

Sementara di Indonesia, ia ingin supaya masyarakat merasa bangga akan makanan tempe yang selama ini mungkin dipandang sebelah mata.Padahal, masyarakat dunia memposisikan tempe sebagai hidangan dengan lebel superfood yang keren dan bernilai tinggi.

“Saya juga mengapresiasi pendirian Rumah Kedelai Grobogan ini. Adanya RKG dapat membantu petani dan produsen pengolahan kedelai untuk mengembangkan potensinya. Hal ini memungkinkan karena di RKG, mereka bisa mendapatkan informasi dan edukasi agribisnis kedelai lokal, dari hulu sampai hilir berbasis one stop learning,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto mengatakan, pihaknya ingin membumikan kedelai lokal di Indonesia. Dengan kehadiran pendiri Indonesian Tempe Movement tersebut, dia berharap kedelai lokal makin diperhatikan pemerintah.

“Tadi banyak sekali pelajaran dan informasi yang bisa digali dari Ibu Wida selaku pendiri Indonesia Tempe Movement. Beliau ini sudah keliling ke berbagai negara untuk mengkampanyekan tempe,” cetusnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.