Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sumur Mengering, Warga Kaliombo Jepara Terpaksa Beli Air Bersih dalam Jeriken

0 360

MURIANEWS.com, Jepara– Kemarau yang menerpa wilayah Jepara mulai menimbulkan krisis air akut di Desa Kaliombo, Pecangaan, Jepara. Masyarakat di desa ini harus bekerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih.

Sholekah, warga RT 5 RW 2 mengaku sumurnya sudah mengering sejak empat bulan ini.  Untuk memenuhi kebutuhan, dirinya terpaksa membeli air bersih dalam jeriken. Setiap jeriken air bersih yang didapatkannya harus dibayar dengan harga Rp 5.000 – Rp 6.000.

Hal senada juga disampaikan oleh Harsani, warga RT 7 RW 2. Untuk memenuhi kebutuhannya, ia terpaksa membeli air bersih satu mobil pikap seharga Rp 100 ribu. Air yang dibeli sebanyak ini biasanya habis digunakan dalam empat hari.

“Sebenarnya warga sudah memiliki saluran PDAM, hanya saja musim kemarau ini juga tidak ada airnya,” ujar Sholekah, Senin (9/9/2019).

Di wilayah RT 5 RW 2 Kaliombo, ada 45 kepala keluarga yang terdampak kekeringan, dan mengalami krisis air bersih.  Membeli air bersih adalah pilihan yang harus diambil masyarakat untuk bisa mencukupi kebutuhan air bersih.

Kepala BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto, secara terpisah menyatakan saat ini sudah ada sembilan desa yang mengalami krisis air. Desa-desa tersebut adalah Desa Kaliombo (Pecangaan), Kedungmalang, Karangaji (Kedung), Desa Raguklampitan (Batealit), Blimbingrejo, Tunggulpandean (Nalumsari), Pendem (Kembang), Desa Kunir dan Jlegong (Keling).

Antisipasi kekeringan ini sebenarnya sudah dilakukan dengan mengandalkan PDAM. Hanya saja yang terjadi, justru sumur-sumur dan sumber air PDAM juga mengalami kekeringan sehingga tidak maksimal mengaliri ke rumah warga.

“Nanti kita evaluasi juga ini PDAM agar pelayanan ke masyarakat bisa tetap maksimal di musim kemarau seperti ini,” ujarnya.

Pemkab Jepara setiap tahunnya melakukan evaluasi dalam usaha mengatasi masalah kekeringan ini. Selama ini Pemkab Jepara juga tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD, melainkan juga menggandeng anggaran CSR dari sejumlah perusahaan yang ada di Kota Ukir.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi, didampingi Asisten II Setda Jepara Mulyaji dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arwin Noor Isdiyanto, Senin (9/9/2019) membagikan air bersih secara langsung kepada warga Desa Kaliombo. Sebanyak sepuluh ribu liter air bersih diangkut dengan menggunakan dua mobil tangki, dan diserahkan ke masyarakat.

“Apapun kondisi yang saat ini terjadi terkait kekeringan ini, yang pasti negara telah hadir. Pemkab Jepara akan berusaha maksimal membantu masyarakat dalam persoalan ini,” ujar Dian Kristiandi, Senin (9/9/2019).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.