Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ujar Kebencian di Media Sosial, Dua Pria Asal Kudus Dipanggil Polres Kudus

0 630

MURIANEWS.com, Kudus – Dua warga Kudus, yakni Djoko Purwanto dan Kafianto dipanggil Kepolisian Polres (Polres) Kudus. Keduanya diduga telah menyebar ungkapan kebencian pada polisi di sebuah grup pada jejaring sosial Facebook.

Djoko warga Desa Pasuruhan Lor itu memposting foto bergambar polisi dengan perawakan gendut menggunakan akun @Abdullah Rrafi’u. Dengan caption “Polisi perute gendut-gendut kenopo yo bro ?”.

Sedang Kafi yang merupakan warga Desa Klaling, Jekulo menimpalinya dengan komentar, “Kebanyakan makan uang haram bro,” tulisnya menimpali di akun media sosial @Abdullah Rrafi’u.

“Mereka kami panggil untuk melakukan klarifikasi,” ucap Wkapolres Kudus Kompol Billy Andha saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Senin (9/9/2019).

Billy mengharapkan, dengan pemanggilan klarifikasi ini masyarakat bisa semakin cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Ia pun mewanti-wanti agar tidak sembarang berucap di media sosial.

Baca Juga: Lunasi Utang Lamaran, Pria di Kudus Ini Nekat Curi Motor Hingga Empat Kali

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali di kemudian hari,” katanya.

Djoko dan Kafi sebenarnya bisa dijerat dengan Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nonton 19 tahun 2016. Tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 ITE dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

“Tapi kami maafkan, mereka juga telah beritikad baik untuk meminta maaf, harapannya jangan ada lagi seperti ini,” tandasnya.

Sementara Djoko ketika dikonfirmasi awak media mengaku hanya iseng saat memposting foto tersebut. Ia juga mengaku tidak mempunyai masalah apapun dengan anggota kepolisian. Semua dilakukan karena spontan.

“Saya spontan saja, tidak ada maksud apa-apa,” ucapnya.

Ia pun mengakui jika pernyataannya memang profokatif. Ia pun meminta maaf pada anggota kepolisian yang merasa tersinggung dengan pernyataannya di media sosial. Ia berjanji akan lebih bijak lagi ketika memposting foto atau lainnya di beranda.

“Saya kapok, tidak ingin mengulanginya kembali,” tandasnya.

Senada, Khafi juga mengatakan hal yang sama. Ia berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya yang menyebabkan beberapa pihak tersinggung.

“Saya juga tidak akan mengulangi lagi perbuatan asal komen di jejaring sosial,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.