Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kedelai Impor Diduga Jadi Biang Kerok Anjloknya Harga Kedelai di Pati

0 76

MURIANEWS.com, Pati – Anjloknya harga kedelai di Kabupaten Pati, disinyalir karena adanya kedelai impor yang masuk ke Indonesia. Padahal, saat ini adalah musim panen yang seharusnya petani kedelai lokal dapat untung melimpah.

Ketua Kelompok Petani Kedelai Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen Sucipto mengatakan, selain penyerapan kedelai yang kurang maksimal, gempuran kedelai impor juga menjadi masalah tersendiri. Sebab, secara kualitas kedelai lokal juga tidak kalah dengan impor.

“Kami memang mencoba mengimbangi dengan kedelai lokal tapi nyatanya pengolah tahu dan tempe menghendaki menggunakan kedelai impor. Padahal menurut cerita, kedelai lokal lebih baik ketimbang kedelai impor bahkan lebih bagus rendemennya,” kata Sucipto, Senin (9/9/2019).

Dia menambahkan, setiap kali kedelai impor masuk ke pengolah tahu dan tempe di wilyahnya, penjualan kedalai lokal menurun. Hal itu lantaran, mereka tak mampu bersaing dengan harga kedelai impor.

“Saat ini harga kedelai impor Rp 6.500 perkilogram, sedangkan kedelai lokal hanya dihargai Rp 6.200 – Rp 6.300 perkilogram,” imbuhnya.

Padahal, biaya produksi per hektare yang dikeluarkan petani mencapai Rp 7 jutaan. Sementara, musim ini per hektare hanya menghasilkan 1,1 ton kedelai, sehingga tidak sepadan dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani.

Petani berharap harga jual kedelai lokal bisa kembali seperti sebelumnya yakni diharga Rp 7.000 per kilogramnya. Selain itu, pemerintah juga diminta andil dalam menstabilitas harga kedelai lokal, yakni dengan cara menyerap hasil panen kedelai saat musim panen Raya.

Mengingat kedelai lokal yang tidak mampu terjual, terpaksa harus ditampung di gudang milik petani. Sehingga, kualitas dipastikan akan menurun bahkan sampai rusak.

“Harapan kami, kalau bisa kedelai petani ini di serap lah, agar saat musim panen, kami tidak terlalu rugi,” harapnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.