Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Kambing di Kudus Mati Terbakar, Peternak Rugi Setengah Miliar Lebih

0 1.708

MURIANEWS.com, Kudus – Sebuah kandang berisi ratusan kambing di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo siap panen ludes terbakar pada Senin (9/9/2019) pagi. Akibatnya 163 ekor kambing mati terbakar dan menyebabkan kerugian mencapai Rp 539 juta.

Berdasarkan informasi, kandang yang terbakar merupakan kandang bersama milik dua kelompok. Yakni Kelompok Umboro dan Kelompok Merdeka yang berbasis di desa tersebut.

Ali Ahmadi (55) salah satu saksi mengatakan, api pertama kali terlihat dari langit-langit kandang. Tepatnya, dari kabel listrik yang kebetulan berada di atas kandang.

“Kejadian tersebut saya lihat sebelum subuh,” katanya saat ditemui MURIANEWS.com di lokasi kejadian, Senin (9/9/2019).

Saat itu, lanjutnya, ia hendak memberi makan ternak. Hanya, ia dibuat kaget setelah melihat api yang berasal dari kabel listrik di atap kandang. Sepontan ia pun berteriak meminta tolong sambil mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu pemadam datang.

Nahas, usahanya sia-sia. Api semakin membesar dan meruntuhkan atap kandang hingga menimpa ratusan kambing. Banyaknya tumpukan jerami kering juga membuat petugas dan warga kesulitan untuk menjinakkan api.

“Kurang lebih satu jam-an api sudah menghanguskan kandang dan isinya,” ujarnya.

Meski tak ada korban jiwa, kerugian yang ditimbulkan ditaksir lebih dari setengah miliar.

Menangapi hal tersebut, Camat Mejobo Harso Widodo mengatakan, pihaknya akan mengupayakan nasib para peternak yang kehilangan kambing dan kandangnya karena hangus terbakar. Bagaimanapun juga, dua kelompok tersebut merupakan kelompok ternak yang unggul.

“Kami upayakan untuk keberlangsungan ke depan, walaupun harus memulai dari awal,” katanya.

Evaluasi piket hingga pendidikan penanggulangan kebakaran juga akan pihaknya lakukan. Dengan harapan kejadian serupa tidak berulang lagi di kemudian hari. “Kami akan evaluasi sistem piketnya, kami akan berikan pengetahuan terkait bagaimana berhadapan dengan  kebakaran,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.