Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nyamar Jadi Pembeli, Tim Buser Sergap Pengedar Uang Palsu

0 712

MURIANEWS.com, Pekalongan – Tim Buser Satreskrim Polres Pekalongan berhasil menangkap salah satu anggota jaringan pengedaran uang palsu (upal) di wilayah Pekalongan. Untuk menangkap pelaku, polisi harus melakukan pengintaian dan menyamar sebagai pembeli.

Pelaku yang berhasil ditangkap yakni Akhmadi Taufik (51) warga Jalan Brigjen Katamso, Desa Protonangan Tengah, Pekalongan. Proses penangkapan dilakukan saat terjadi transaksi di Lapangan Bebekan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Penangkapan dilakukan pada Rabu  (4/9/2019), sekitar pukul 21.00 WIB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang ratusan lembar upal.

Uang palsu yang diedarkan pelaku ternyata tak hanya pecahan besar seperti Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, polisi juga menemukan banyak uang palsu dengan pecahan Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu.

“Barang bukti yang kami amankan totalnya mencapai Rp 48,745 juta,” kata Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan , Sabtu (7/9/2019).

Pengungkapan kasus upal ini berawal dari adanya informasi masyarakat tentang beredarnya upal di wilayah Kedungwuni. Tim Buser pun melakukan penyelidikan di lapangan, dan memancing pelaku untuk ke luar dengan menyamar sebagai calon pembeli.

Pelaku sepakat untuk bertemu di Lapangan Bebekan, pada malam hari. Setelah polisi memastikan pelaku membawa uang palsu, petugas dari Polsek Kedungwuni dan tim Buser Polres Pekalongan berhasil mengamankan tersangka.

Setelah dicek tas yang dibawa oleh pelaku, petugas mendapati pecahan uang kertas Rp 100 ribu palsu sebanyak 298 lembar yang dibungkus plastik bening. Pada bagian atas dan bawah masing-masing dilapisi uang kertas pecahan Rp 100 ribu asli.

Polisi kemudian membawa pelaku ke rumah kontrakannya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto. Saat rumah itu digeledah polisi menemukan banyak uang palsu. Selain itu, polisi juga menemukan ribuan lembar uang pecahan Rp 1.000 mainan.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika pelaku merupakan residivis aksi yang sama dan beraksi di sejumlah daerah.

Hingga saat ini polisi berkerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendeteksi uang palsu yang sudah beredar di masyarakat.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.