Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Kades Srikaton Pati Pidanakan Warganya Kian Rumit, Dua Kali Leles Cabut Permintaan Maaf

0 1.701

MURIANEWS.com, Pati – Kasus pencurian kayu jati yang diklaim milik Kepala Desa Srikaton, Kecamatan Jaken, Pati, Endah Dwi Winarni, hingga menyeret warganya sendiri bernama Leles ke penjara, semakin rumit. Pasalnya, sudah dua kali keluarga Leles meminta maaf kepada kades, tetapi dua kali pula permintaan maaf itu dicabut kembali.

Sementara pada Selasa (10/9/2019) depan, kasus persidangan terdakwa Leles sudah memasuki putusan atau vonis hakim. Jaksa Penuntut Umum (JPU) sendiri telah mengajukan tuntutan 15 bulan penjara.

Sudarko, pria yang mengaku perwakilan dari keluarga Leles, pada Kamis (5/9/2019) kemarin sempat meminta maaf kepada Kades Srikaton. Bahkan kedua belah pihak sepakat dan menganggap persoalan telah rampung.

Camat Jaken, Supat bahkan memimpin langsung mediasi yang mempertemukan antara pihak kepala desa Srikaton dengan perwakilan keluarga Leles yang diwakili Sudarko.

Kuasa hukum Leles memberikan keterangan kepada awak media. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)

Dalam pertemuan itu Kades Endah pun menyatakan menerima permintaan maafnya. Bahkan bila mana permintaan maaf secara tertulis bisa meringankan putusan di pengadilan, dia pun mengaku siap memberikan maaf secara tertulis pula.

Namun pada Jumat (6/9/2019) hari ini, Sudarko bersama kuasa hukum Leles kembali menyatakan keberatan atas permintaan maaf itu.

Kuasa hukum Leles, yakni Bowo menyatakan bahwa Leles tidak mau berdamai dengan kepala desa karena kasus sudah masuk ke pengadilan.

“Kuasa hukum dan terdakwa menyatakan tidak ada permintaan maaf. Proses hukum tetap berjalan dan Leles siap menerima konsekuensi apapun,” ujarujar Bowo.

Bowo juga menyatakan, permintaan maaf seharusnya dilakukan oleh orang yang berperkara dan tidak diwakilkan. Sementara posisi Leles saat ini masih berada di dalam tahanan.

Apalagi menurut dia, undangan mediasi itu hanya sebatas lisan, bahkan keluarga Leles mengaku tidak tahu kalau undangannya itu adalah untuk damai dan meminta maaf.

“Isi undangan tidak tahu, tapi tiba-tiba ada acara permintaan maaf. Kami selaku kuasa hukum menyatakan keberatan terhadap permintaan maaf itu,” tegasnya.

Baca: Warga Srikaton Pati Disidang Diduga Curi Jati Milik Kadesnya, Puluhan Warga Beri Dukungan

Sebelumnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pati yang digelar pada Selasa (6/7/2019) lalu, juga sempat terjadi perdamaian antara Leles dan Kades Srikaton di depan majelis hakim. Hanya saja pada sidang kelima permintaan maaf itu kemudian dicabut.

“Kenapa dicabut karena secara fisik Leles telah dirugikan dari tanah dan dituduh sebagai pencuri,” ujar Agus salah satu tim kuasa hukum Leles.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.