Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

8 Hari Operasi Patuh, 1.498 Pengendara di Blora Kena Tilang

0 37

MURIANEWS.com, Blora – Sebanyak 1.498 pengendara di Blora kena tilang karena melanggar aturan lalu lintas selama berlangsungnya Operasi Patuh Candi 2019. Jumlah itu merupakan jumlah akumulasi selama delapan hari sejak operasi patuh digelar.

Kasat Lantas Polres Blora AKP Edi Sutrisno mengungkapkan, pelaksanaan Operasi Patuh Candi dilangsungkan sejak 29 Agustus lalu hingga 11 September mendatang.

Pelaksanaan operasi diprioritaskan pada delapan sasaran pelanggaran. Yakni, menggunakan handphone saat mengemudi, tidak menggunakan safety belt, tidak menggunakan helm SNI, serta melawan arus lalu lintas. Kemudian, kendaraan yang menggunakan lampu strobo/rotator/sirine, pengendara di bawah umur, melebihi batas kecepatan maksimum, dan mabuk saat mengemudikan kendaraan.

“Selama delapan hari pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2019, kami telah menindak sejumlah 1.498 pelanggar, baik roda dua maupun roda empat atau lebih. Tindakan kita lakukan karena para pengemudi tersebut tidak dapat menunjukan surat-surat kelengkapan berkendara atau melanggar salah satu dari delapan jenis pelanggaran yang menjadi target operasi dan berpotensi laka lantas,” ujarnya, Jumat (6/9/2019).

Pada umumnya pelanggaran masih didominasi oleh pengendara roda dua dibanding roda empat atau angkutan umum. Adapun jenis pelanggaran yang terjadi antara lain, tidak memakai sabuk pengaman, tidak menggunakan helm SNI, melanggar rambu lalu lintas, tidak memiliki STNK dan tidak membawa surat kendaraan bermotor.

Adapun barang bukti yang disita terdiri 179 SIM, 1.348 STNK dan 71 kendaraan bermotor. Untuk kendaraan yang disita polisi bisa diambil oleh pemiliknya jika dapat menunjukan surat-surat resmi dan sah kepada petugas.

“Kendaraannya bisa diambil asal bisa menunjukkan surat-suratnya dan telah disahkan atau sudah membayar pajak kendaraan,” katanya.

Edi menambahkan, melalui operasi ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas serta menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Tujuan lainnya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pihak kepolisian.

“Kami ingin mengurangi risiko kecelakaan, dan menjaga keselamatan masyarakat dalam berkendara di jalan raya,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.