Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Hektare Padi Senilai Rp 2,3 Miliar di Banjarsari Pati Terancam Gagal Panen

0 518

MURIANEWS.com, Pati – Sebanyak 94 hektare tanaman padi di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati terancam puso. Hal itu lantaran tidak ada pasokan air untuk irigasi.

Selain itu, Sungai Silugonggo yang biasanya diandalkan untuk irigasi, saat ini sudah terjadi intrusi. Sehingga air tidak bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah.

Kepala Desa Banjarsari Edi Margiyono mengatakan, ada 94 hektare yang terancam puso. Dalam satu hektare padi diperkirakan kerugian mencapai Rp 25 juta. Jika dikalikan dengan luas lahan, tentu kerugian mencapai Rp 2,3 miliar.

“Itu sudah tidak bisa diselamatkan. Karena sudah tidak ada air untuk irigasi. Kalau mengandalkan dari waduk yang ada di Kedung Ombo, airnya tidak sampai ke daerah kami, sudah habis digunakan yang bagian atas,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (6/9/2019).

Selain itu, masa panen padi juga masih menunggu hingga dua bulan kedepan. Jika selama itu tidak ada pasokan air, tanaman padi akan menguning dan mati. Terlebih kondisi tanahnya juga sudah mulai retak.

Bahkan, lanjuta Edi, sudah ada sebagian petani yang menjual dalam bentuk jerami. Mengingat, apabila tetap dibiarkan hingga masa panen, dikhawatirkan kerugiannya malah bertambah.

“Sudah ada yang dijual dalam bentuk jerami. Mungkin dari pada nantinya tidak dapat untung, lebih baik kan begitu,” katanya.

Dirinya berharap agar pemerintah daerah juga memperhatikan kekeringan yang melanda di wilayah Gabus tersebut. Sebab, para petani sudah melakukan berbagai upaya untuk mngaliri sawahnya itu. Tetapi karena keterbatasan air, padi terancam gagal panen.

“Setidaknya ada upaya lah yang dilakukan oleh pemkab. Apalagi di desa kami ini salah satu penyuplai pangan. Kalau kondisi setiap tahunnya seperti ini terus, kan kasihan para petani,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.