Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Abrasi Pulau Panjang Jepara Butuh Penanganan Serius

0 111

MURIANEWS.com, Jepara – Pulau Panjang yang merupakan salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Jepara, menghadapi persoalan besar. Gerusan abrasi yang terjadi semakin menimbulkan kekuatiran terhadap kelestarian pulau ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdianto menyebut, abrasi yang berlangsung sudah memerlukan penanganan serius. Hal ini perlu dilakukan jika tidak ingin kerusakan yang terjadi akibat abrasi di pulau ini semakin berdampak.

Arwin Noor Isdianto, secara khusus sudah mendatangi lokasi yang terdampak abrasi ini. Dari pengamatannya, abrasi yang terjadi memang sudah parah. Abrasi sudah menggerus bagian pantai di sisi selatan dermaga yang ada di sana.

“Saya sudah melihat situasinya. Memang abrasinya sudah parah. Kalau menurut saya ini memang memerlukan perhatian serius,” ujar Arwin Noor Isdiyanto, Kamis (5/9/2019).

Pihaknya menyatakan akan menindaklanjuti hal ini dengan membuat laporan kepada pimpinan. Selanjutnya mengenai tindak lanjutnya diserahkan kepada pimpinan.

Disebutkan, abrasi yang terjadi di Pula Panjang sudah lama terjadi. Masyarakat setempat juga sudah menginformasikan hal ini.

Pada musim Baratan yang disertai angin dan hujan, tingkat abrasi yang terjadi menjadi tinggi. Saat ini sudah ada banyak bagian dari Pulau Panjang yang sudah berubah menjadi laut, karena gerusan abrasi.

“Nanti kami akan buat laporan. Selanjutnya apakah dari laporan itu ada tindak lanjutnya apa tidak, ya nanti. Tapi kondisinya memang sudah parah karena abrasi,” tambah Arwin Noor Isdianto.

Sementara itu, Kamisan (68) nelayan warga Bulu yang biasa melaut di kawasan ini menyebut, jika luasan Pulau Panjang sudah berkurang drastis. Menurutnya pada masa yang lalu, Pulau Panjang lebih luas.

Abrasi memang semakin mengurangi luasan pulau ini. Sudah sejak sepuluh tahun lebih, proses abrasi terjadi di Pulau Panjang ini. Sehingga garis pantai selalu bertambah ke daratan setiap tahun.

“Dulu Pulau Panjang lebih luas. Ada banyak pohon kelapa di bagian pinggirnya. Tapi sekarang sudah tidak ada, semakin habis terkna abrasi,” ujar Kamisan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.