Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Program Ekonomi Pesantren Ganjar-Yasin Ditarget Harus Jalan Tahun Ini

0 75

MURIANEWS.com, Semarang – Kalangan DPRD Jawa Tengah mempunyai catatan terhadap satu tahun kepemimpinan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng. Salah satunya mengenai program Ekonomi Pesantren (Ekotren) yang dijanjikan Ganjar-Yasin.

Anggota DPRD Jateng dari PPP, Ngainirichadl menyebut, Ekotren menjadi utang pasangan Ganjar-Yasin yang harus segera dijalankan tahun ini. Apalagi menurut dia, program ini sangat ditunggu kalangan pondok pesantren.

“Konsep ini sebenarnya sangat bagus. Menjadikan pesantren sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi. Tapi di tahun pertama Ganjar-Yasin ini belum terlihat hasilnya,” katanya, Rabu (4/9/2019).

Terlebih secara konsep Ekotren tersebut bakal menggandeng masyarakat atau pelaku UMKM sekitar pondok sampai perusahaan-perusahaan mapan. Richadl mengatakan di internal PPP hal tersebut juga jadi salah satu tema pembahasan yang intens dilakukan.

“Tapi kemarin setelah kita cek kesiapannya, Ekotren ini telah sesuai jalur. Semoga tahun ini mulai berjalan dan tahun depan bisa kita lihat hasilnya,” ujarnya.

Sementara anggota DPRD Jateng dari PDI Perjuangan, St Sukirno menyoroti tentang pembangunan sumberdaya manusia (SDM) di Provinsi Jateng. Menurut dia, harus ada ciri mendasar pada SDM unggul di Jateng.

“Bukan sekadar cerdas intelektual, emosional maupun spiritual, tapi juga mesti dilengkapi dengan kecerdasan nasional,” katanya.

Kecerdasan nasional, kata dia, akan membuat orang menghargai dan menganggap berkah kehidupan atas kebhinekaan yang ada di Indonesia.

Ia menilai, jika pemahaman tentang kebhinekaan ini tercerabut dari akar pengawasan, Pancasila sebagai dasar negara tidak akan lama lagi usang.

“Yang terpenting apa? Pendidikan sejarah dan nasionalisme harus ditegakkan. Jangan biarkan dua hal itu hanya jadi pelengkap di sekolah maupun kampus,” tandasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.