Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kerahkan Seluruh Amunisi, Gus Yasin Komandoi Satgas Kemiskinan Jawa Tengah

0 74

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan penurunan angka kemiskinan yang dratis pada periode pemerintahan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen. Sebuah satuan tugas (satgas) khusus pun dibentuk untuk merealisasikan target ini dengan mengerahkan seluruh amunisi yang potensial.

Satgas itu diberi nama Satgas Kemiskinan, dengan komando khusus dari Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen. Gus Yasin menyebut, salah satu upaya untuk menekan angka kemiskinan itu yakni dengan mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membina desa miskin.

Program yang diberi nama Satu OPD Satu Desa Binaan itu, diluncurkan awal tahun 2019 ini. Dengan program ini, mewajibkan setiap satu OPD mendampingi satu desa miskin.

“OPD ini mendampingi untuk membantu mengentaskan kemiskinan. Mulai dari pembentukan BUMdes, mendampingi manajemennya, pelatihan keterampilan, hingga pemasaran produk desa tersebut,” katanya, Rabu (4/9/2019.

Ia menyebut, setelah berjalan hampir setengah tahun, progres yang didapatkan dari program itu dinilainya cukup baik. Kini tidak hanya satu OPD satu desa binaan. Beberapa OPD bahkan minta tidak hanya satu desa, tetapi ada yang minta tiga desa.

Tak hanya OPD saja, BUMN, swasta, perguruan tinggi dan dunia perbankan juga diajak untuk mengeroyok penuntasan kemiskinan di Provinsi Jateng.

Amunisi lain yang digunakan Pemprov Jateng untuk mengentaskan kemiskinan yakni melalui sektor pendidikan.

Seluruh siswa miskin di tingkat sekolah menengas atas juga akan digratiskan. Pemprov juga akan menambah 15 SMK gratis untuk siswa miskin.

“Kami akan menambah 15 sekolah SMK berbasis asrama dan dibiayai pemerintah dan BOS. SMK dan SMA swasta maupun di bawah Kementerian Agama juga akan kita pikirkan termasuk SDM pengajarnya,” ujarnya.

Baca: Satu Tahun Pemerintahan Ganjar-Yasin, Entaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan

Peningkatan karakter melalui kesejahteraan guru agama juga direalisaikan. Sebanyak 171.131 orang yang merupakan guru madrasah diniyah, guru ngaji, TPA dan pengasuh pondok pesantren diberi tunjangan insentif.

Tahun depan jumlah guru ngaji yang akan mendapat tunjangan ini bertambah sebanyak 211 ribu orang. Penambahan ini berdasarkan verifikasi data yang telah masuk ke Pemprov Jateng.

“Kalau kepemimpinan Mas Ganjar sebelumnya, fokus infrastruktur, kami fokus ke SDM. Sampai Maret 2019, sudah ada penurunan angka kemiskinan dari angka 11, 90 sekarang sudah ke angka 10,80,” terangnya.

Ia menyebut, dengan banyaknya tugas yang diemban tersebut ia meyebtu pembagian tugas antara Ganjar Pranowo dan dirinuya dilakukan secara efisien. Komunikasi dilakukan secara intensif dengan berbagai saluran yang ada, dan bisa berkoordinasi kapanpun dan dimanapun.

“Kami saling mengisi dan melengkapi. Apapun yang terjadi di Jawa Tengah kita cari bareng-bareng solusinya,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.