Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Pekalongan, Calon Kades yang Mundur Bisa Didenda Setengah Miliar

0 144

MURIANEWS.com, Pekalongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengeluarkan aturan yang cukup baru bagi pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 di kabupaten tersebut. Calon kades yang menyatakan mundur setelah ditetapkan sebagai peserta pilkades akan dikenai sanksi.

Sanksi yang bakal diterapkan berupa denda yang nilainya cukup besar. Yakni mencapai Rp 500 juta. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPKB), dan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Pekalongan, M. Afib menyebut, penerapan sanksi itu telah disepakati para bakal calon kades dalam pernyataan tertulis.

“Kecuali calon tersebut meninggal dunia. Bagi cakades yang sudah ditetapkan oleh panitia, kemudian mengundurkan diri maka akan dikenai denda. Adapun denda itu bisa mencapai Rp 500 juta,” katanya dikutip dari AntaraJateng, Kamis (5/9/2019).

Menurut dia, pendaftaran cakades sudah dimulai sejak 2 September 2019 dan ditutup pada 12 September 2019. Di tiap desa yang menggelar pilkades minimal harus ada dua calon dan maksimal lima calon.

Ijazah yang bisa digunakan para calon kades yakni minimal SMP/sederajat dengan usia minimal 25 tahun.

“Adapun, apabila lebih dari lima calon maka pemkab akan melakukan penilaian dan seleksi. Namun, hingga kini belum ada calon kades di desa yang mendaftar lebih dari lima orang,” ujarnya.

Ia mengatakan pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 akan dilaksanakan pada 13 November 2019 dan diikuti oleh 210 desa.

“Kami berharap pelaksanaan Pilkades 2019 dapat berjalan lancar, aman dan damai. Bagi calon kades yang tidak terpilih, kami berharap legawa,” pungkasnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: AntaraJateng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.