Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Satu Tahun Pemerintahan Ganjar-Yasin, Entaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan

0 28

MURIANEWS.com, Semarang – Pemprov Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen memprioritaskan pengentasan kemiskinan di provinsi ini. Jurus yang digunakan yakni melalui jalur pendidikan.

Target penurunan kemiskinan yang dicanangkan Pemprov Jateng yakni tinggal 9,8 persen. Target ini muncul setelah melihat angka penurunan di Jateng sejak 2014 mengalami penurunan yang cukup baik.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jika 2014 hingga 2019 angka kemiskinan Jawa Tengah menurun lebih dari satu juta jiwa. Terhitung per Maret 2014 hingga Maret 2019, angka kemiskinan Jateng turun dari 4.836.450 menjadi 3.743.230 jiwa.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut, target penurunan kemiskinan ini bisa direalisasikan salah satunya melalui jalur pendidikan. Salah satunya dengan mengembangkan SMKN Jateng yang merupakan sekolah gratis untuk siswa miskin.

Menurut Ganjar, lulusan SMKN Jateng berhasil diterima di banyak perusahaan besar dengan gaji yang sangat menjanjikan.

“Lulusan-lulusan SMK Jawa Tengah gajinya Rp 9 juta hingga Rp 25 juta lho. Mereka dari keluarga miskin 100 persen, maka otomatis dengan gaji segitu strata ekonomi keluarganya langsung terangkat,” kata Ganjar.

Pada tahun 2020, jumlah SMK boarding school gratis untuk siswa miskin ini akan ditambah 15 lagi. Selama ini baru ada tiga kampus, yakni di Kota Semarang, Purbalingga dan Kabupaten Pati.

SMK gratis ini menurut Ganjar akan dibangun di daerah-daerah dengan kategori miskin. ”Seluruh siswanya gratis biaya pendidikan, buku, seragam, praktikum serta diasramakan dengan pemenuhan seluruh kebutuhan hidup,” ujarnya.

Tahun depan pula, Jateng memulai program sekolah gratis. Meski ketinggalan dari Jawa Timur yang sudah memulai sejak tahun ajaran 2019, namun Jateng boleh berbangga karena gaji guru honorer SMA/SMK sudah setara UMK.

“Kita memang mulai dari tenaga pendidik dulu agar sejahtera, maka guru honorer harus UMK. Tahun depan seluruh siswa SMA/SMK gratis biaya pendidikan,” katanya.

Ganjar telah mengkalkulasi setidaknya butuh Rp 1,6 triliun untuk membiayai pendidikan gratis. Program ini pun telah ia sampaikan di hadapan 120 anggota DPRD Jateng periode 2019-2024 yang baru dilantik Selasa (3/9/2019) lalu.

Menurut Ganjar, jika biaya pendidikan di-cover pemerintah, maka satu beban hidup warga miskin berkurang. Uangnya bisa digunakan menutup kebutuhan lain.

Pada tahun ini, Pemprov Jateng juga menggenjot program beasiswa 10.000 siswa miskin, Jamkesda 901.770 jiwa , bantuan tunai untuk 12.764 warga nonproduktif, pembangunan 25 ribu rumah layak huni, sambungan listrik murah 15000 kepala keluarga, dan jambanisasi 10 ribu kepala keluarga.

“Per Maret 2019 posisi kemiskinan kita di 10,8 persen, tahun 2020 kita targetkan 9,8 persen,” tegas Ganjar.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.