Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Penghinaan Dipasrahkan ke Polda Jateng, Gus Yusuf Minta Banser Menahan Diri

0 2.827

MURIANEWS.com, Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) angkat bicara soal video viral yang isinya diduga berisi penghinaan dan pencemaran nama baik Barisan Serba Guna (Banser).  Video tersebut telah dilaporkan oleh GP Ansor Solo ke Polda Jateng.

Dalam video tersebut menggambarkan kegiatan orasi dalam Parade Ukhuwah memperingati Tahun Baru Hijriah di Ngarsopuro, Solo, Minggu (1/9/2019) lalu. Sebagai pembicara saat itu ialah M Taufiq, yang merupakan seorang advokat.

Dalam video terdapat ucapan ‘banci serem’. Pihak Ansor menduga perkataan itu ditujukan untuk mengejek Banser. Hingga akhirnya dilaporkan ke Polda Jateng.

Terkait kasus ini, Gus Yusuf meminta supaya Polda Jawa Tengah merespon cepat atas peristwa itu. Menurut Gus Yusuf, peristiwa itu membuat warga NU tersinggung.

Sebagai warga NU, dia pun mengaku sangat tersinggung. Apalagi Banser dan Ansor. Maka wajar kalau ada upaya membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Sebagai warga NU saya sangat tersinggung, tapi kita tetap harus menjaga suasana kondusif dan berfikiran jernih,” katanya dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS.com, Rabu (4/9/2019).

Gus Yusuf menyatakan dukungan kepada GP Ansor Solo yang melaporkan peristiwa ini ke Polda Jawa Tengah. Ia menilai, upaya GP Ansor Solo melaporkan kejadian ini justru untuk menjernihkan persoalan, menciptakan suasana kondusif, sekaligus upaya menegakkan hukum.

“Sebagai warga NU saya juga perlu memperhatikan kasus ini. Karena saya prihatin atas kejadian serupa yang selalu berulang-ulang,” ujarnya.

Meski demikian, meskipun warga NU dan aktivis NU sangat marah, Gus Yusuf mengajak semua pihak menahan diri.

“Kita pasrahkan kepada Polda. Kita harus menghormati aparat penegak hukum. Semua pihak harus mengikuti proses hukum. Siapa yang menjadi pelakunya biar Polda yang memproses,” terangnya.

Gus Yusuf juga menekankan agar semua pihak menjaga kondusifitas dan menahan diri agar tidak saling memperkeruh keadaan di publik.  Apalagi sebentar lagi terdapat agenda-agenda nasional yang penting, seperti pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Mari kita jaga iklim yang kondusif bersama-sama. Banyak persoalan rakyat yang harus segera diatasi Pemerintah. Jangan coba membawa persoalan di daerah lain, ditarik-tarik ke daerah lainnya lagi. Persoalan di Papua baru saja reda, ini coba ditarik ke daerah lain. Ini memprihatinkan,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.