Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kejar Thailand, Pemprov Jateng Bakal Buka Pasar Buah di China dan Singapura

0 81

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah menargetkan ekspor komoditas buah dari Jawa Tengah bisa mengejar capaian Thailand dan Malaysia. Oleh karenanya, pihaknya akan memfasilitasi untuk membuka pasar buah ke sejumlah negara, termasuk ke China dan Singapura.

Ganjar menyatakan, sampai saat ini penjualan komoditas buah dari Indonesia ke luar negeri masih sangat minim dan kalah dengan negara tetangga. Oleh karenanya, pihaknya menargetkan penjualan komoditas buah dari Jateng harus bisa menyamai Thailand.

“Karena kita punya banyak sekali buah. Tongkat saja di sini ditancapkan bisa hidup kok. Artinya potensi kita sangat besar,” kata Ganjar, Rabu (4/9/2019).

Yang diperlukan saat ini menurut Ganjar adalah strategi penjualan dan penataan politik pertanian. Hilirisasi dunia pertanian yang diimpikan Presiden Jokowi, kata Ganjar bisa dicapai jika politik pertaniannya beres yang ditunjukkan dengan data-data yang valid.

“Kalau penjualan, sekarang Duta Besar kita di manapun nyambi jualan. Kemarin di Rusia saya bisa teken penjualan mencapai sekitar 6 juta dolar AS. Itu juga harus kita manfaatkan untuk komoditas buah ini,” ujarnya.

Target ini pula telah disampaikan Ganjar saat menerima pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kontak Bisnis Hortikultura Indonesia (KBHI), Selasa (3/9/2019) kemarin.

Muhammad Maulud perwakilan KBHI menyatakan, penjualan komoditas buah-buahan Indonesia saat ini memang jauh di bawah Thailand bahkan juga kalah dari Malaysia.

Ia mencontohkan, untuk pangsa pasar di China misalnya, Indonesia hanya menguasai lima jenis buah-buahan. “Sementara Malaysia menguasai 19 jenis buah-buahan, Thailand menguasai 28 jenis,” terangnya.

Dia mengatakan, Thailand telah memiliki sistem pertanian yang lebih baik dari Indonesia. Hilirisasi mereka, kata Maulud juga sudah tersistem.

Karena itu pihaknya bakal mengeluarkan jurus baru untuk mengejar ketertinggalan tersebut dengan pola ofensif.

“Seperti kata Pak Ganjar, kita mesti ofensif ke pasar dunia. Langkahnya dimulai dulu dari pasar China dan Singapura,” katanya.

Salah satu caranya adalah dengan membuka “lapak” di pasar negara-negara tujuan. Dengan demikian komoditas dari Indonesia bisa sewaktu-waktu didapatkan di sana.

“Kalau hanya pameran kan cuma satu pekan paling lama. Kalau kita buka lapak atau sentra komoditas kita di luar negeri, bisa dijangkau kapanpun. Dan Pak Ganjar telah menyanggupi untuk ketersediaan komoditas. Sekarang kita siapkan rencana aksinya,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.