Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Aksi Pemogokan Kerja Diklaim Tak Pengaruhi Pembangunan PLTU TJB 5-6

0 157

MURIANEWS.com, Jepara – Aksi mogok kerja dan demonstrasi yang terjadi di pembangunan mega proyek PLTU Tanjung Jati B (TJB) unit 5-6 Jepara, diklaim sudah teratasi. Mulai Rabu (4/9/2019), kegiatan proyek sudah berjalan normal.

Pimpinan Sumitomo Corp Joint Operation (SCJO), pemilik proyek PLTU TJB 5-6, Junichi Tanimoto menyatakan, aksi mogok kerja memang menganggu proyek. Meski demikian sejauh yang sudah dikajinya, kejadian ini belum sampai menganggu schedule pembangunan.

Menurut Junichi Tanimoto jumlah tenaga kerja yang saat ini terlibat sudah mencapai sekitar 9.700 orang. Sebagian di antaranya merupakan warga di daerah Ring I PLTU TJB.

“Jumlah itu nanti kemungkinan akan menjadi sepuluh ribu orang pada puncaknya. Tapi selanjutnya akan berkurang seiring dengan akan selesainya pembangunan konstruksi,” ujar Junichi Tanimoto, Rabu (4/9/2019).

Aksi mogok yang terjadi, menurutnya hanya kesalah-pahaman saja. Saat ini memang ada beberapa sub kontraktor yang harus memperbaharui kotrak kerja para pekerja. Hal ini ditangkap lain, hingga akhirnya muncul isu adanya black list terhadap beberapa orang.

Persoalan ini sudah diselesaikan. Pihak sub kontraktor sudah meminta waktu sepekan untuk mencoba mengalokasikan tenaga kerja yang ada bisa bekerja kembali. Kesepakatan ini sudah diterima, dan diharapkan tidak lagi ada masalah.

“Semua sudah dibicarakan, oleh kapolres Jepara juga. Jadi mudah-mudahan jangan ada masalah lagi,” tambahnya.

Baca: Pekerja Proyek PLTU di Jepara Demo, Terkait Isu Blacklist

Sementara itu, Bambang Wijanarko salah satu manajer di SCJO, menyatakan, saat ini untuk pembangunan konstruksi di unit 5-6 progresnya sudah mencapai 75 persen. Tahun 2020 diharapkan untuk konstruksinya sudah selesai dibangun.

Setelah konstruksi selesai dibangun, maka PLTU Unit 5-6 akan menjalani ujicoba sekitar 10 bulan sebelum dioperasikan. Secara resmi rencananya unit 5-6 akan dioperasikan pada 2021. Saat itu, pembangkit ini sudah akan berproduksi penuh.

“Itu gambaran-gambaran yang ada saat ini. Aksi mogok sejauh ini tidak menganggu jadwal secara keseluruhan. Namun bagi sub kontrator, kejadian ini bisa saja menimbulkan kerugian,” terangnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.