Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Anggota BPD Se-Jepara Disumpah di Kecamatan Masing-masing

0 58

MURIANEWS.com, Jepara – Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di masing-masing desa di-Kabupaten Jepara diambil sumpah dan janjinya, Selasa (3/9/2019). Pengambilan sumpah dan janji dilakukan secara terpisah di masing-masing kecamatan.

Kegiatan pengambilan sumpah dan janji anggota BPD pada tahun-tahun sebelumnya digelar di Pendapa Kabupaten Jepara secara bersamaan. Namun pada tahun ini, pelaksanaannya diubah di masing-masing kecamatan.

Pengambilan sumpah dan janji dilakukan oleh camat dari masing-masing kecamatan, mewakili bupati Jepara. Di Kecamatan Jepara, Anggota BPD dari lima desa diambil sumpahnya oleh Camat  Jepara, M Safe’i.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Safe’i meminta agar anggota BPD di seluruh desa yang ada di Jepara bisa benar-benar memposisikan dirinya dengan benar. Keberadaan BPD tidak semata-mata hanya sebagai kelengkapan saja.

BPD merupakan lembaga yang penting dalam pembangunan desa. Para anggotanya diharapkan bisa menjalankan fungsinya dengan benar sesuai aturan UU yang ada. Di luar itu, mereka juga diharapkan bisa menjalankan fungsinya secara lebih bijaksana dan dewasa.

“Anggota BPD juga harus bisa membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, perangkat, dan petinggi desa. Jangan sampai BPD malah berseberangan dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan perangkat atau petinggi desa. Jika itu yang terjadi maka proses pembangunan desa yang akan terganggu,” ujar Dian Kristiandi, seperti yang disampaikan M Safe’i, Selasa (3/9/2019).

Sementara itu, sebagai Camat Jepara, M. Safe’i menjelaskan, jumlah anggota BPD di masing-masing desa berbeda. Jumlah tersebut bergantung pada kondisi desa terkait APBDes dan jumlah penduduknya.

Bagi desa-desa yang memiliki angka penilaian paling rendah, maka jumlah anggota BPD-nya adalah lima orang. Sedangkan desa-desa yang memiliki angka penilaian tertinggi, memiliki anggota BPD sebanyak sembilan orang.

“Jumlah anggota BPD sudah ada mekanisme penghitungannya. Sesuai dengan aturan didasarkan pada besaran APBDes dan jumlah penduduknya. Dari dua aspek ini kemudian dikalkulasikan untuk menentukan jumlah anggota BPD dari desa yang dimaksud,” terangnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.