Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pekerja Proyek PLTU di Jepara Demo, Terkait Isu Blacklist

0 820

MURIANEWS.com, Jepara – Sejumlah pekerja di proyek PLTU Tanjung Jati B 5-6 dilaporkan melakukan aksi demonstrasi. Mereka menyatakan kecewa karena ada rekan-rekan mereka sesama warga desa sekitar tidak diterima bekerja.

Menurut Puji, salah seorang warga Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara, kejadian ini berawal dari adanya isu pihak keamanan PLTU memberlakukan black list terhadap 46 warga.

Mereka diduga terkait dengan peristiwa pencurian kabel pada tahun 2010 di proyek PLTU 3 dan 4.

Adanya pembatasan akses untuk bekerja ini kemudian menimbulkan kekecewaan pada warga. Para pekerja yang sudah bisa bekerja di proyek kemudian mengambil solidaritas untuk warga yang tidak bisa bekerja tersebut.

Mereka bersama yang masuk daftar akhirnya menggelar aksi mogok kerja dan berdemonstrasi menuntut agar pembatasan tersebut dicabut.

“Karena merasa hak-hak warga dirampas, aksi mogok kerja kemudian terjadi pada Senin (2/9/2019). Sebagai lanjutan dari aksi mogok kemarin, hari ini dilakukan pembicaraan dengan pihak perusahaan,” ujar Puji, Selasa (3/9/2019).

Menurut informasi yang berkembang, dalam aksi demonstrasi Senin (2/9/2019), sempat terjadi keributan. Seorang pimpinan PT Nawakara (Outsourcing security) sempat dikejar-kejar oleh para pekerja, hingga terjatuh. Keributan ini masih belum jelas apakah akan berlanjut ke ranah hukum atau tidak.

Sumitomo Corp Joint Operation (SCJO) selaku pemilik proyek bersama Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, Selasa (3/9/2019) menggelar pertemuan. Pihak-pihak terkait dalam masalah ini  dipertemukan. Pimpinan SCJO, Junichi Tanimoto juga hadir langsung dalam pertemuan tersebut.

Kapolres Jepara, menyatakan kejadian ini disebabkan karena miss communication saja. Saat ini, proyek PLTU 5-6 sedang dalam masa peralihan pekerjaan. Dalam hal ini bagian security (PT. Nawakara) memberikan catatan atau track record dari masing-masing pekerja. Soal apakah mau dipekerjakan lagi atau tidak, semua bergantung pada sub kontraktor masing-masing.

Catatan tersebut disampaikan ke masing-masing sub kontraktor sebagai pertimbangan untuk memperkerjakan kembali. Di bagian keamanan sendiri pas bertepatan dengan habisnya masa kontrak. Untuk sementara mereka yang sempat bekerja memang dirumahkan lebih dulu, untuk merefresh petugas yang ada.

“Jadi situasinya seperti itu. Ini hanya salah paham saja. Sebenarnya tidak ada black list itu. Tidak ada. Semua pihak sudah kami pertemukan hari ini, dan sudah ada pemahaman yang sama,” terangnya.

Selanjutnya AKBP Arif Budiman juga menyatakan dalam pertemuan tersebut sudah mencapai kesepakatan. Masing-masing sub kontraktor yang ada meminta waktu sepekan untuk mempertimbangkan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang bisa diberikan. Hal ini bisa diterima oleh perwakilan dari pekerja dan warga.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.