Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kapolres Jamin Keselamatan Siswa Papua yang Belajar di Kudus

MURIANEWS.com, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Saptono memastikan keamanan para warga Papua, khususnya para siswa yang sedang menuntut ilmu di Kota Kretek. Hal itu bahkan sudah dilakukan jauh sebelum pecah konflik di Papua.

“Kami telah menjamin keamanan dan kenyamanan mereka jauh sebelum ada konflik,” katanya usai mengikuti tari sajojo di halaman Mapolres Kudus, Selasa (3/9/2019).

Saat ini, lanjutnya, monitoring dan pengecekan ke sekolah tempat para siswa Papua menuntut ilmu juga telah dilakukan. Hal itu dilakukan dengan tujuan tak ada diskriminasi ataupun perundungan yang mungkin saja terjadi dan memperkeruh suasana.

”Kami tidak ingin itu terjadi. Untuk itu kita selalu memonitor mereka yang sekolah di Kudus. Ini pun berlaku untuk semua, tak hanya Papua,” katanya.

Meski begitu, ia memastikan hingga saat ini Kudus masih dalam taraf aman dan kondusif. Tak ada gejolak apapun terkait isu pelecehan SARA yang menimpa salah satu suku tertentu. “Kudus aman selalu, tidak ada kasus yang menyinggung unsur SARA,” ucapnya.

Kapolres pun berharap, seluruh warga Indonesia khususnya warga Kudus untuk saling menghargai antarsesama manusia. Tidak memperdulikan dari suku, agama, ataupun ras manapun. Semua tetap berkewajiban untuk saling menghargai dan membangun keharmonisan bersama.

”Kita semua warga Indonesia yang sejatinya memang harus saling menghormati keberagaman ini,” tandasnya.

Sedang terkait pengiriman personel untuk membantu pengamanan konflik di Papua, Saptono menjelaskan hal tersebut menunggu perintah dari pusat. Jika memang dibutuhkan penambahan personel dari Polres Kudus, ia pun tidak akan keberatan untuk mengirim pasukan terbaiknya.

”Semua keputusan ada di pusat, jika memang dibutuhkan penambahan personel pasti ada pemberitahuan,” tandasnya.

Sementara Adriance Fidella Gasper, salah satu perwakilan siswa Papua mengungkapkan jika Kudus adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali. Selama ia berada di Kudus, tidak ada perilaku diskriminasi ataupun rasis yang Ia terima.

“Kudus nyaman untuk ditinggali,” terang siswa kelas XI SMK Wisudha Karya tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...