Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Daerah Krisis Air di Jepara Mulai Meluas

MURIANEWS.com, Jepara – Mendekati puncak musim kemarau, daerah krisis air di Kabupaten Jepara mulai bertambah. Setelah sebelumnya hanya empat desa, kini sudah ada empat desa lain yang mengalami krisis air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyatakan, September ini adalah prediksi kemarau akan mencapai puncaknya. Pada puncak kemarau biasanya akan ada banyak wilayah yang menghadapi kesulitan air bersih.

Sampai saat ini, sudah ada tambahan empat desa yang menyatakan telah mengalami krisis air. Sehingga keseluruhan sudah ada delapan wilayah Desa.

Desa Blimbingrejo (Nalumsari), Desa Pendem (Kembang), Desa Raguklampitan (Batealit), dan Desa Kunir (Keling), sejak Agustus lalu sudah dinyatakan krisis air.

Sedangkan tambahan empat desa yang sudah dilaporkan, pada awal September ini adalah Desa Karangaji dan Desa Kedungmalang (Kedung), Desa Kaliombo (Pecangaan), serta Desa Jlegong (Keling).

“Setelah sebelumnya hanya empat desa, maka pada September ini sudah ada tambahan empat desa lagi. Jadi semuanya ada delapan desa yang mulai dilaporkan terdampak kekeringan, hingga mengalami krisis air bersih,” kata Arwin Noor Isdianto, Senin (2/9/2019).

Sejak Juli 2019 lalu, BPBD Jepara sudah mengalokasikan bantuan air bersih untuk desa-desa yang mengalami krisis air. Desa Raguklampitan (Batealit) bahkan sudah dipasok air bersih sebanyak 140.000 liter air. Pasokan ini merupakan yang terbanyak dilakukan oleh BPBD Jepara.

Lalu Desa Blimbingrejo sudah dipasok air bersih sebanyak 140.000 liter air, Desa Pendem (85.000 liter), Desa Kunir (30.000 liter), Kedungmalang (20.000 liter) air, Desa Jlegong sekitar 15.000 liter air, serta Desa Karangaji dan Kaliombo masing-masing 10.000 liter air.

“Selain menggunakan anggaran APBD Jepara, dalam kegiatan ini kami juga melibatkan dana dari lembaga swasta yang ada. Sejauh ini, untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat desa tersebut masih bisa terpenuhi,” jelas Arwin Noor Isdianto.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...