Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Festival Tari Jateng Datangkan Mantan Penari Madonna Sebagai Juri

0 46

MURIANEWS.com, Semarang – Sebanyak 23 sanggar atau kelompok tari menampilkan kreasi terbaik dalam Festival Tari Jawa Tengah, yang digelar di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (31/8/2019). Puluhan sanggar ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kreasi tari terbaik akan mendapatkan hadiah yang nilai totalnya mencapai Rp 55 juta. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri mengatakan, yang dinilai dalam lomba ini yakni wiraga (teknik), wirama (harmonisasi) dan wirasa (penghayatan).

Menurut dia, festival tari ini merupakan bagian dari rangakain festival seni yang digelar Pemprov Jateng. Selain sastra, juga bakal terselenggara festival teater dan film.

Festival ini digelar untuk mengangkat kreatifitas dari seniman muda. Oleh karenanya, peserta pun dibatasi umurnya di bawah 35 tahun.

“Kita harus terus memicu kreativitas teman-teman seniman, terutama penari agar terus berkarya. (Festival) Ini bisa menjadi ruang adu kreasi dan kreativitas di kalangan seniman-seniman muda Jawa Tengah,” kata Jumeri.

Ia menyatakan, festival ini tak akan berhenti pada tahun ini saja. Pada tahun-tahun berikutnya akan terus digelar, untuk mengangkat kreasi dari seniman muda Jawa Tengah.

Dalam pelaksanaan festival ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan dengan Anantaka Cultural Trust. Panitia menghadirkan tim juri dari tokoh-tokoh tari.

Salah satunya, tokoh tari Jateng yang telah malang melintang di dunia tari internasional, Eko Supriyanto. Eko tercatat pernah masuk tim penari penyanyi Madonna.

Tim penilai lain yang dihadirkan yakni Bintang Hanggoro, dosen UNNES dan Sri Rumsari koreografer asal Magelang.

Eko Supriyanto mengatakan, festival ini menarik lantaran semua peserta menampilkan garapan yang berakar pada tradisi.

“Sementara tari tradisi di Jawa Tengah ini sangat banyak, bahkan hampir setiap kabupaten atau kota memiliki tari tradisi masing-masing,” terangnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.