Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Menengok Budidaya Robusta Ala Petani Kopi Jolong Pati

MURIANEWS.com, Pati – Membudidayakan tanaman kopi tidaklah semudah ketika menikmatinya. Butuh proses panjang dan cukup menguras tenaga. Tetapi, hasil yang diperoleh juga tidak mengecewakan.

Banyak petani kopi yang dalam sekali tanam, bisa menikmati hasilnya hingga puluhan tahun. Bagaimana tidak, tanaman kopi bukanlah sejenis tanaman yang habis dipanen langsung mati, melainkan akan terus berkelanjutan.

Tak jarang pula orang yang lebih menggantungkan hidupnya dari budidaya kopi. Apalagi bagi mereka yang sudah mengetahui prospek ekonomi hingga pengolahan yang profesional.

Membudidayakan kopi tidaklah membutuhkan kecerdasan. Cukup dengan ketekunan dan ketelitian, tanaman kopi yang dibudidayakan akan membuahkan hasil maksimal.

Begitulah kata Sumijan (64) petani kopi dari Dukuh Jurang, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati. Puluhan tahun dirinya menggeluti dunia kopi, hingga semua jenis kopi pun sudah coba ditanam.

Petani kopi sedang memetik biji kopi di lahan miliknya. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)

Sumijan menjelaskan, untuk wilayah pegunungan yang tingginya 500 hingga 800 Mdpl, paling cocok memang ditanami kopi robusta. Karena, suhu udaranya cocok dan dimungkinkan akan tumbuh dengan baik.

“Seperti di wilayah Jolong ini, rata-rata warga memang menanam kopi robusta. Untuk kopi jenis lain, misalnya Arabika, kemungkinan hidupnya sangat tipis,” kata Sumijan.

Untuk kopi robusta sendiri, diakui ada beberapa klon, yakni klon BP308, BP42, SA436 dan BP234. Yang banyak dibudidayakan di kawasan Jolong sendiri adalah klon BP308.

“Keistimewaan klon robusta ini adalah toleran terhadap tanah yang kurang subur. Klon BP308 ini dianjurkan untuk dijadikan batang bawah, sedangkan batang atasnya disambung dengan klon-klon lain yang disesuaikan dengan cuaca,” ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk usia produktivitas kopi robusta juga tergolong panjang. Dia menjelaskan, mulai dari awal penanaman, selang 2,5 tahun sudah mulai berbuah. Pada saat itu, pemupukan dan perawatan bisa lebih dimaksimalkan.

Apabila perawatannya maksimal, usia pohon kopi bahkan bisa melebihi usia manusia. Dan setiap tahunnya pasti membuahkan hasil. Setidaknya, dalam satu pohon kopi, bisa menghasilkan palin sedikit dua kilogram biji kopi.

“Untuk ukuran standar, satu pohon bisa menghasilkan tiga sampai empat kilogram biji kopi. Bahkan ada yang bisa lebih dari itu. Semua tergantung perawatannya,” terang Sumijan.

Kemudian pada saat panen juga harus diperhatikan. Biji kopi dengan kualitas baik dan dipetik secara asalan akan kelihatan.

Pemilahan memang mutlak dilakukan. Yakni biji kopi yang sudah berwarna merah tua, diambil dari ranting. Setelah itu dikeringkan di bawah terik matahari hingga warnanya cokelat kehitaman.

“Pada saat dikeringkan ini, membutuhkan proses hingga beberapa hari agar kulit biji kopi dapat mengelupas. Kalau sudah mengelupas, kopi sudah bisa diolah menjadi minuman,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...