Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Aturan Pelanggaran Politik Uang Kaku, Bawaslu Pati Desak Regulasi Pemilu Direvisi

0 40

MURIANEWS.com, Pati- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati mendesak pihak berwenang melakukan revisi terhadap regulasi pemilu. Pasalnya, ada beberapa aturan yang bersikap kaku, yang tak bisa mengikat secara ketat terhadap pelanggar pemilu.

Salah satunya menurut Ketua Bawaslu Pati Ahmadi tentang aturan larangan politik uang. Menurut dia, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, larangan politik uang terbatas objek dan waktu.

“Aturan itu memungkinkan orang melakukan praktik politik uang selama mereka bukan bagian dari tim kampanye, peserta pemilu, atau pelaksana pemilu,” katanya saat konferensi Pers, Jumat (30/8/2019).

Lebih lanjut, regulasi tentang politik uang itu bisa dilihat pada pasal 278, 280, 284, 515, dan 523. Menurut dia, semua aturan itu terfokus hanya pada tim kampanye, peserta pemilu serta penyelenggara, selama masa kampanye.

“Berarti, kalau politik uang itu dilakukan oleh tim kampanye yang tidak terdaftar di KPU, itu tidak bisa ditindak. Karena palaku tidak terdaftar. Padahal, selama ini yang melakukan politik uang justru tim yang tidak terdaftar itu,” tegasnya.

Sementara pidana politik uang berlaku bagi setiap orang, jika praktik tersebut dilakukan pada saat pemungutan dan penghitungan. Padahal menurut dia, praktik politik uang itu biasanya dilakukan sebelum masa pungut hitung.

Dia juga menilai, regulasi pemilu itu justru mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan regulasi pilkada. Dalam regulasi pemilu, jika terjadi praktik politik uang, hanya pemberi yang bisa kena sanksi pidana. Sementara dalam regulasi pilkada, keduanya bisa masuk.

“Ini kan terjadi kemunduran. Kami akan merekomendasikan hal ini kepada Bawaslu Provinsi Jateng maupun Bawaslu RI agar dilakukan tevisi regulasi pemilu itu,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.