Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

FPK Minta KPK Tak Tebang Pilih, Tamzil Dinilai Jadi Korban Kriminalisasi Politik

MURIANEWS.com, Kudus – Sejumlah warga yang tergabung dalam  Forum Penyelamatan Kudus (FPK) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak tebang pilih atas kasus dugaan jual beli jabatan yang melibatkan Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil. Mereka pun menilai Tamzil menjadi korban kriminalisasi politik.

Salah satu orator aksi bela Tamzil Bin Subiyanto mengatakan, saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dinilai tebang pilih. Menurutnya, KPK asal tangkap saja.

“Ini saya ambil satu pamflet. Bertuliskan KPK jangan tebang pilih. Ini artinya KPK kami nilai KPK asal tangkap saja,” katanya saat berorasi di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (30/8/2019).

Ia mengatakan, Tamzil saat menjadi Bupati Kudus berpasangan dengan HM Hartopo adalah hasil yang sah. Bahkan sebanyak 43 persen lebih masyarakat Kudus menjatuhkan pilihannya ke pasangan tersebut.

Baca Juga:

“Tapi kenapa Tamzil yang baru bekerja sembilan bulan di Kudus malah ditangkap. KPK ini bekerja di Indonesia sudah berapa tahun. Kenapa KPK tidak menangkap (bupati) tahun sebelumnnya. Ini seperti ada tebang pilih dari KPK,” ucapnya.

Hal tersebutlah, yang kemudian menjadi pertanyaan bagi sejumlah warga tersebut. Apalagi, menurutnya, Tamzil ditangkap secara tidak manusiawi. Seperti saat menangkap gembong narkoba dan gembong teroris.

“Ini lah yang menjadi pertanyaan kita. KPK kok anyaran. Menemukan ada kasus pelunasan mobil kemudian dijadikan korupsi. Seperti nangkap gembong narkoba, seperti nangkap gembong teroris saja,” lantangnya.

Oleh karenanya, hal tersebut dinilai sebagai sebauh kriminalisasi politik. Ia pun meminta agar KPK mau ke Kudus. Pihaknya pun akan menyampaikan dugaan korupsi yang lebih besar ketimbang dugaan kasus yang dialami HM Tamzil.

“Saudara-saudara KPK datang ke Kudus sini. KPK nanti akan kami beri tahun kasus korupsi yang lebih besar lagi. Tolong datang ke sini,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...