Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jokowi Gelar Rapat Terbatas di Magelang, Pengembangan Borodur Dinilai Lambat

0 169

MURIANEWS.com, Magelang – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah menteri dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Pelataran Resort Borobudur, Magelang, Jumat (30/8/2019). Ratas ini membahas pengembangan empat destinasi wisata prioritas, yang di dalamnya termasuk Borobudur.

Rapat terbatas itu diikuti Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, dan Ganjar Pranowo.

Empat destinasi wisata priorotas yang dibahas yakni Labuan Bajo, Toba, Mandalika, dan Borobudur. Jokowi menyebut, di tengah gejolak ekonomi global, sektor pariwisata bisa menjadi motor peningkatan devisa, menciptakan multiplier effect,  serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun daerah.

“Karena itu pengembangan empat destinasi wisata itu harus terus dipercepat,” katanya.

Khusus percepatan pengembangan Borobudur, menurut Jokowi hal ini ada kaitanya dengan operasional Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) yang ditarget Maret 2020. Selain juga akan dilanjutkan pembangunan akses jalan dari Kulonprogo ke Borobudur untuk memperpendek waktu tempuh dari airport menuju ke Borobudur.

“Ini alternatif, dan kemarin juga dari Pak Gubernur Jawa Tengah, demikian juga dari Bupati Purworejo saya kira masukan-masukan yang ada sangat-sangat baik dan nantinya segera akan kita putuskan setelah studi lapangannya selesai,” ujar Presiden Jokowi.

Setelah konektivitas dirampungkan, Jokowi juga meminta tata ruang, tata kelola, manajemen segera dibenahi. Rencana induk dan rencana detail pengembangan kawasan pariwisata Borobudur juga harus segera diselesaikan dan harus segera ditetapkan.

Begitu juga pengaturan tata ruang dan penentuan zona-zona pembangunan pariwisata harus segera disepakati. ”Kita atur bersama dan kita kendalikan,” terangnya.

Jokowi menyebut, progres di lapangan masih belum cepat, masih lambat. Ia juga minta dipercepat soal kelembagaan tata kelola di kawasan pariwisata Borobudur, san beberapa pengembangan-pengembangan fisik sebagaimana dilihatnya sebelum Ratas, Jumat (30/8) pagi.

“Saya kira masih sangat banyak hal yang perlu dikerjakan di kawasan sekitar Candi Borobudur,” ungkapnya.

Jokowi memastikan akan memantau terus progres pengembangan Borobudur. Sehingga setiap tiga bulan akan menagih kinerja pembantunya di lapangan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.