Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Duh, 2 Nama Pegawai BKPP Kudus Dicatut dalam Aksi Penipuan, Korban Dijanjikan Naik Jabatan

MURIANEWS.com, Kudus – Belum sampai memasuki masa pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK), aksi penipuan mulai marak terjadi di Kota Kretek. Hanya, aksi penipuan kali ini terbilang cukup berani. Pasalnya, mereka berani menawarkan promosi jabatan melalui imbalan sejumlah uang dengan mencatut beberapa nama ASN yang kini bekerja di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus.

Plt Kepala BKPP Kudus Catur Widiyatno menjelaskan, ada dua ASN yang dicatut namanya dalam kasus penipuan tersebut. Yakni Kasubid Pemindahan Pemberhentian dan Pensiun Sugeng Hariyadi dan Tulus Tri Yatmika selaku Kabid Pengembangan dan Pendikan Pelatihan.

“Tempat kami tidak melakukan jual beli jabatan,” tegas Catur Kamis (29/8/2019) siang.

Fenomena tersebut dianggap riskan mengingat Kudus baru saja tercatat sebagai kabupaten yang Kepala Daerahnya ditangkap KPK karena kasus jual beli jabatan. “Kami sudah konfirmasi ke saudara Tulus dan Sugeng, keduanya dengan tegas membantahnya,” ucap Catur.

Catur menjelaskan hingga kini ada sekitar empat orang yang mengkonfirmasi terkait hal ini. Empat orang tersebut juga merupakan ASN yang bertugas di lingkup Pemerintahan Kabupaten Kudus.

“Beruntung mereka membiarkan dan melapor,” lanjutnya.

Empat ASN tersebut di antaranya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus. Selain itu pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan salah satu kecamatan di Kudus.

“Kepala UPT itu ditawari promosi jabatan di lingkungan Dinas Kependidikan dan Olah Raga (Disdikpora),” jelas Catur.

Menurut keterangan, empat calon korban mengaku mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Sugeng. Orang tersebut berkata jika ia mendapat perintah dari Tulus untuk menghubungi empat korban.

“Pelaku juga meninggali nomor telfon yang diakuinya sebagai nomor kantor, yakni 0291-438416, yang aneh logatnya luar jawa, Sugeng itu orang jawa,” lanjutnya.

Terkait hal ini, pihaknya berharap agar masyarakat khususnya para pegawai tidak mempercayai adanya tawaran semacam itu dan lebih bersikap hati-hati. Bila mendapat tawaran jabatan, baik promosi, mutasi, pengurusan pensiun, termasuk kemudahan dalam penerimaan CASN, agar langsung ditolak.

“Bila perlu segera laporkan ke aparat berwenang,” tegasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...