Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Geruduk Kantor UPT Dinas Bina Marga Pengairan, Belasan Petani Kudus dan Pati Minta Air Bendungan Logung

MURIANEWS.com, Kudus – Belasan petani dari Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo dan petaniDesa Jambean, Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati mendatangi kantor UPT Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah I, di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kamis (29/8/2019). Mereka meminta kepada dinas pengairan untuk mengalirkan air dari bendungan Logung untuk tanaman padi petani.

Hal itu dilakukan lantaran tinggal beberapa hari lagi mereka akan memasuki masa panen. Karenanya, lahan seluas 140 hektare di dua desa tersebut membutuhkan pengairan. Jika tidak, mereka terancam rugi hingga ratusan juta rupiah.

Petani asal Desa Jambean Pati yang juga tergabung dalam petani pengguna air (P3A) Ramlan mengatakan, untuk sekarang dari dua desa tersebut mengalami kekurangan air. Padahal tinggal beberapa hari lagi tanaman padi mereka akan mengalami masa panen.

“Kemarin memang dari dinas pengairan melalui bendungan logung sudah mengaliri di lahan sawah kami. Kemarin sudah dua kali. Namun ini memang kondisinya sangat membutuhkan air. Sehingga kami harapkan ada gelontoran-gelontoran air selanjutnya,” katanya kepada awak media.

Ia mengatakan, lahan di desa Jambean yang dipastikan gagal panen karena kekeringan mencapai 40 hektare. Padahal harga gabah saat ini sedang mahal, yakni mencapai Rp 35 juta persatu hektarenya.

“Nah ini tinggal ada 100 hektare yang mungkin masih bisa diselamatkan. Kami perjuanan untuk melakukan penyelamatan, yakni dengan melakukan pengairan dari bendungan logung,” ungkapnya.

Kondisi padi petani di Desa Jambean Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati yang mengalami puso, Kamis (29/8/2019). (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji)

Hal, senada juga diungkapkan oleh Nadi Bongkeng petani asal Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo. Menurutnya, kondisi tanaman padi mereka tinggal beberapa hari akan masa panen. Saat ini usia padi mereka mencapai 60-80 hari.

“Biasanya kalau panen usia 85-90 hari sudah panen,” ungkapnya.

Oleh karenanya, dari pihak dinas diminta untuk memprioritaskan melakukan pengairan dari bendungan logung. “Kemarin untuk pengairan kami lakukan kompanisasi. Melalui modal sendiri dari petani pribadi. Namun sungai jeratun ini sedang kosong. Kami minta bagian dari bendungan logung untuk dilakukan penyelematan tanaman padi kami,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...