Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Belum Usai, KPK Masih Lakukan Pemeriksaan di Kudus Terkait OTT Bupati Tamzil

MURIANEWS.com, Kudus – Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terkait kasus yang menjerat Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil. Puluhan ASN pun masih dimintai keterangan oleh KPK.

Hal ini diungkapkan Bupati Kudus HM Hartopo kepada awak media. Hartopo mengatakan, KPK masih belum selesai melakukan pemeriksaan. Ada puluhan ASN di Pemkab Kudus yang diperiksa oleh KPK.

“KPK masih, belum selesai. Seperti asisten dua yang masih melangsungkan ibadah haji juga masih ditunggu kedatangannya. Mungkin nanti diperiksa di Kudus apa di polda atau di KPK kita belum tahu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, tercatat sudah ada 17 ASN yang sudah diperiksa oleh KPK. Termasuk salah satunya empat eselon II di pemkab Kudus. Selain itu juga ada Sekretaris daerah (Sekda) hingga beperjakat.

Terkait bantuan hukum Hartopo menjelaskan pihaknya sudah menawarkan bantuan hukum kepada Bupati Kudus (nonaktif) Muhammad Tamzil dan juga Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan.

“Hanya untuk yang Pak Sofyan ini sampai sekarang dari keluarga belum ada jawaban. Sedangkan untuk Pak Tamzil informasinya sudah ada dua pengacara. Serta kemarin juga ada bantuan hukum dari provinsi, karena di kami (pemkab Kudus) belum ada tim hukum sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, diketahui KPK telah memperpanjang masa penahanan Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil yang ditahan atas kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Tamzil tak sendiri,  dua tersangka lain yang penahanannya juga diperpanjang, yakni Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto dan Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan.

Tiga tersangka tersebut, sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus. Dalam kasus ini, Tamzil diduga meminta meminta staf khususnya, Agus Soeranto, mencarikan uang sebesar Rp 250 juta untuk menutupi utang pribadinya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...