Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di Teras Rumah Warga Tumpangkrasak Kudus, Ini Syaratnya

0 396

MURIANEWS.com, Kudus – Banyaknya permintaan adopsi bayi yang ditemukan di teras rumah milik Surasno, Desa Tumpangkrasak, Jati, Kudus mendapat tanggapan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB).

Kepala Dinsos P3AP2KB mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh warga yang berniat mengadopsi bayi tersebut. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 110 Tahun 2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak menyebutkan adanya tiga syarat utama yang harus dipenuhi oleh calon orang tua asuh.

”Merujuk dari peraturan tersebut ada tiga syarat yang harus dipenuhi,” ujaranya, Rabu (28/8/2019).

Di antaranya adalah pengangkatan anak berorientasi pada kebahagiaan anak. Selanjutnya adalah tidak memutuskan nasab. Dan yang terakhir adalah baik orang tua kandung dan orang tua asuh harus satu agama.

”Tiga syarat tersebut menjadi kunci,” lanjutnya.

Sedang untuk persyaratan teknisnya, orang tua asuh harus sehat jasmani dan rohani dan berumur 30 sampai 55 tahun. Satu agama dengan anak angkat, berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan.

”Kemudian berstatus menikah secara sah paling singkat 5 (lima) tahun, tidak merupakan pasangan sejenis, tidak atau belum mempunyai anak atau hanya memiliki satu orang anak,” ujarnya.

Calon orang tua asuh juga diharapkan mampu secara ekonomi dan sosial. Selain itu, harus punya persetujuan anak dan izin tertulis dari orang tua atau wali anak, serta membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak.

”Persyaratan tersebut kemudian dikumpulkan ke kami,” katanya.

Setelah menyerahkan dokumen ini ke Dinsos P3AP2KB, orang tua asuh akan diuji kelayakannya. Jika dinyatakan lolos, maka orang tua asuh diberi waktu pengasuhan sementara selama enam bulan. ”Kemudian harus melaor bagaiman perkembangan anak,” terang Lutful.

“Jika dinilai layak, maka Dinsos akan mengirimkan surat rekomendasi ke Dinsos provinsi dan Kementrian sosial untuk dilakukan pertimbangan,”

Pengiriman rekomendasi tersebut bertujuan untuk penetapan pengasuhan oleh pengadilan secara permanen. Sehingga bayi secara hukum resmi menjadi anak angkat adopter. Hanya saja, proses memang tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan.

“Semua demi anaknya juga, supaya ada perlindungan hukum,” tandasnya

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.