Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dari Pinus Festival Batealit: Uang untuk Beli Kuliner Pakai Potongan Kayu Pinus

MURIANEWS.com, Jepara – Sejumlah komunitas dan kelompok pemuda di Desa Batealit, Jepara menggelar sebuah acara menarik, akhir pekan kemarin. Mereka menggelar Pinus Festival Batealit, untuk kali pertama.

Festival ini mengangkat beberapa kesenian, baik musik dan tari yang bisa dinikmati di Hutan pinus Setro. Lokasinya yang berada di Dukuh Setro, Batealit, Jepara. Kegiatan ini mendapatkan perhatian cukup baik dari masyarakat. Sejumlah pihak hadir menyaksikan kegiatan ini.

Hutan Pinus Setro, selama ini memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Jepara. Secara kolaboratif, para pemuda setempat mencoba mengeksplorasi potensi budaya dan wisata melalui ajang “Pinus Festival Batealit 2019”.

“Beragam atraksi seni dan budaya asli Jepara, berupa musik dan tarian serta berbagai macam pementasan, ditampilkan pada acara ini. Saya sempat melihatnya. Bagus saya kira,” ujar Zuhrie, Warga Batealit, menyampaikan testimoninya, Senin (26/8/2019).

Suasana dalam Pinus Festival Batealit 2019 yang baru kali pertama digelar di Hutan Setro. (MURIANEWS.com/Budi Erje)

Berada di ketinggian sekitar 300 meter dari permukaan laut, membuat cuaca di Hutan Setro relatif sejuk. Panggung pertunjukan yang dibuat dengan konsep terbuka, membuat pertunjukan ini menyatu dengan alam.

Baik kontruksi hingga dekorasi panggung, semuanya menggunakan instrument alam  yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar. Sehingga para pengunjung merasa seperti menjadi bagian tak terpisahkan dari konsep ini.

Beberapa rombongan muda-mudi diketahui hadir secara khusus ke lokasi untuk melihat festival ini. Salah satunya adalah Diki Kurniawan, yang bersama teman-temannya, mengaku sengaja datang ke Pinus Festival Batealit.

Meski sudah beberapa kali datang ke Hutan Setro, namun kali ini dirinya merasa mendapatkan kesan lain. Adanya pertunjukan seni dan bazaar makanan membuat dirinya mengaku terkesan dan berharap bisa kembali merasakannya.

“Suasananya menjadi lain, karena ada pertunjukan music dan tarinya. Kami bisa melihat dengan santai dan menikmatinya,” ujar Diki Kurniawan.

Ketua Panitia Kegiatan, Afif Qomarudin menyatakan, pihaknya memang mencoba menerapkan konsep baru dalam kegiatan ini. Selain pertunjukan seni, pihaknya juga menggelar bazar jajanan masa lalu.

Selain itu, juga diterapkan sebuah mata uang khusus dalam kegiatan ini. Para pengunjung bisa menukar uang mereka dengan mata uang khusus yang dibuat dari potongan kayu pinus kering, yang dipotong menjadi koin.

“Penggunaan mata uang khusus ini juga menjadi salah satu daya tarik. Para pengunjung bisa menukarkan uang untuk mendapatkan koin khusus ini di pintu masuk,” ujar Afif Qomarudin.

Melihat atensi masyarakat, Festival ini akan terus dikembangkan. Kegiatan ini akan kembali dilaksanakan sebagai kegiatan rutin setiap tahun. Sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu agenda wisata di Jepara.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...