Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tembakau Gorila, Narkotika Golongan I yang Efeknya Mirip Ganja

0 249

MURIANEWS.com, Kudus – Satuan Reserse Narkoba Polres Kudus baru saja menangkap 11 tersangka penyalahgunaan obat-obat terlarang di seputaran Kabupaten Kudus dalam Operasi Anti Narkotia (Antik), Juli hingga Agustus ini. Salah satu obat terlarang yang menjadi sorotan adalah tembakau gorila. Lantas seperti apa efeknya?

Kasatnarkoba Polres Kudus AKP Sukadi  menjelaskan, efek dari tembakau gorila hampir mirip seperti ganja. Yakni menimbulkan sensasi relaks pada penggunanya. Tembakau gorila juga akan membuat penggunanya mengalami halusinasi pasca pemakaian.

“Reaksinya hampir mirip ganja, tembakau gorila ini masuk dalam narkotika golongan satu,” katanya usai menggelar gelar perkara, Senin (26/8/2019).

Menurutnya, cara pemakaian tembakau gorila ini hampir sama seperti ganja dan rokok seperti pada umumnya. Pengguna biasanya meletakkan tembakau ke dalam kertas kecil dan melintingnya. Yang kemudian di bakar untuk dihisap asapnya.

“Saat itulah efek dari tembakau gorila ini berekasi,” ujarnya.

Baca Juga: 2 Bulan Gelar Operasi, 5 Pengedar dan 6 Pengguna Narkoba di Kudus Diringkus Polisi

Sementara Budi Rafika, pemakai sekaligus pengguna tembakau gorila yang terjaring operasi antik Polres Kudus mengaku hanya iseng untuk  coba menggunakan benda haram tersebut. Menurut keterangannya, dia merasa nyaman dan tenang setelah menggunakannya dengan cara dibakar.

“Rasanya rileks saja di tubuh,” ucap Budi yang kesehariannya bekerja sebagai animal keeper  di Jepara tersebut.

Selain rileks, Budi juga merasa bahagia bahkan bisa senyum-senyum sendiri setelah mengkonsumsi tembakau gorila. Ia lantas mengajak sang pacar yang juga terjaring razia antik, Dewi Umi untuk mencicipi benda haram secara bersama-sama.

“Saya Tawarkan ke pacar saya dan dia mau,” katanya.

Terkait efek samping,  Budi mengaku tidak merasakan apa-apa setelah tidak mengkonsumsi tembakau gorila selama di penjara. Walau demikian pihaknya menyesali perbuatan yang telah dilakukannya.

“Saya menyesal telah melakukan ini,” tandas Budi.

Akibat perbuatannya, Budi bersama tiga tersangka lain akan dikenakan pasal 112 Ayat ( 1 ) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Menteri Kesehatan  Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Dengan ancaman minimal empat dan lima tahun penjara.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.