Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bawang Merah Sentuh Harga Terendah, Petani di Pati Minta Pemerintah Tetapkan HET

MURIANEWS.com, Pati – Anjloknya harga bawang merah di wilayah Kabupaten Pati, membuat para petani resah. Pasalnya, harga jual saat ini menyentuh harga terendah yakni Rp 5.000 per kilogram, tidak mampu menutup ongkos produksi.

Bahkan, para petani saat ini rugi banyak lantaran harga jual yang sangat rendah. Mutlak, mereka hanya bisa pasrah dan berharap agar harga bawang merah kembali stabil.

Salah seorang petani bawang merah di Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Jasman mengatakan, harga sempat meninggi pada Juni 2019 lalu. Namun pada awal Agustus, harga kembali melemah.

Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya harga tersebut.

“Dua bulan lalu harganya sampai Rp 30 ribu per kilogram. Tapi hari ini sudah Rp 5 ribu per kilogramnya,” katanya, Senin (26/8/2019).

Saat ini, dirinya bersama dengan petani lain hanya bisa berharap agar harga bawang merah di Pati kembali stabil. Sebab, harga yang saat ini justru membuat petani rugi banyak.

Baca: Harga Bawang Merah di Pati Kembali Terjun Bebas

Untuk menutup ongkos produksi, setidaknya harga jual di tingkat petani mencapai Rp 15 ribu. Apabila masih dibawah harga tersebut, petani tetap rugi.

“Kalau kami sebagai petani tentunya berharap bisa dapat untung. Karena sudah banyak pengeluaran yang kami lakukan. Setidaknya bisa mengembalikan biaya produkai lah,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap agar pemerintah juga memperhatikan permasalahan harga bawang merah ini. Mengingat, sejauh ini tidak ada ketentuan harga eceran terendah (HET) untuk penjualan bawang merah.

“Kalau ada patokan harga baku dari pemerintah, tentu petani tidak akan mengalami kerugian lebih banyak,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...