Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

2 Bulan Gelar Operasi, 5 Pengedar dan 6 Pengguna Narkoba di Kudus Diringkus Polisi

MURIANEWS.com, Kudus – Kepolisian Resor (Polres) Kudus berhasil menjaring sebelas orang dalam Operasi Anti Narkotika (Antik) yang dilaksanakan bulan Juli hingga Agustus 2019 di seputaran Kota Kretek. Lima orang tersangka berstatus pengedar, sedang enam orang lainnya berstatus pengguna.

Dari tangan kesebelas pelaku, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti obat-obatan terlarang. Seperti 37 linting tembakau gorila seberat 5,3 gram. Pihak kepolisian juga menyita sabu dengan total 7,8 gram.

Kapolres Kudus AKBP Saptono menjelaskan pencidukan para tersangka merupakan hasil dari laporan masyarakat serta razia rutin yang dilakukan pihak Polres Kudus. “Mereka terjaring karena adanya laporan warga dan dari hasil pengintaian kami,” ucap Saptono dalam konfrensi pers di Mapolres Kudus, Senin (26/8/2019) pagi.

Lima tersangka yang ditangkap merupakan warga Kudus. Sedang enam sisanya terdiri dari warga Jepara, Blora, dan Pati. Lima warga Kudus yang tertangkap yakni Fajar Dwi dan Dewi Umi, yang kedapatan mengkonsumsi tembakau gorila. Kemudian Juni Budiman, Slamet Budiarto, dan Agung Wibowo yang kedapatan memakai dan menyimpan narkotika jenis sabu.

Sedang warga luar Kudus yang terjaring adalah Rubiatun, Zaenudin, Denni, Jamiun dan Nurul Hikmah yang merupakan warga Jepara, Blora dan Pati yang kedapatan membawa dan mengonsumsi sabu di seputaran Kota Kretek.

“Sedang satu lainnya adalah Budi Rafika, yang kedapatan membawa dan mengonsumsi tembakau gorila,” lanjutnya.

Para tersangka kemudian akan dijerat dengan pasal 112 Ayat ( 1 ) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Menteri Kesehatan  Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

“Dengan  ancaman minimal empat tahun untuk pengguna dan minimal lima tahun untuk pengedar,” tandasnya.

Sementara Kasatnarkoba Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, secara keseluruhan dari Januari hingga Agustus 2019 pihaknya berhasil mengungkap 21 kasus yang dilaporkan. Dengan jumlah tersangka 25 orang.

“Hingga kini 25 orang  telah diamankan karena kedapatan menyalahgunakan obat-obatan terlarang,” ucapnya.

Kebanyakan kasus didominasi oleh penyalahgunaan sabu, disusul pil kuning atau obat-obatan daftar G, serta narkotika golongan 1 jenis baru yakni tembakau gorila. “Untuk Kudus masih tergolong daerah pemakai, bukan pengedar,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...