Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Karena Nama Pemiliknya Untung, Ganjar Pilih Datangi Rumah Reot Ini

0 472

MURIANEWS.com, Wonogiri ­ – Rumah reot yang berada di Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, kedatangan tamu. Tak sekadar tamu biasa, yang adalah orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beserta istrinya.

Tak sekadar bertamu, Ganjar datang sembari membawa oleh-oleh. Berupa bantuan untuk memugar rumah yang terlihat sangat memprihatinkan itu.

Tak hanya datang dan menyerahkan, Ganjar bahkan turun langsung sendiri mengaduk semen dan pasir untuk meletakkan batu pertama pemugaran rumah tersebut. Rumah itu merupakan milik Untung Supriyadi (55).

Dari nama pemilik rumah ini lah Ganjar merasa harus menyempatkan diri datang langsung. Padahal ada puluhan penerima bantuan rehab rumah tak layak huni (RTLH) di Kabupaten Wonogiri.

“Di antara para penerima bantuan RTLH di Wonogiri, saya pilih rumah Pak Untung untuk saya bangun pertama. Memang sengaja saya cari yang paling beruntung, karena namanya Untung, maka ini memang yang paling beruntung,” kata Ganjar, Senin (26/8/2019).

Kedatangan Ganjar ke rumah Untung ini dilakukan pada Minggu (25/8/2019) kemarin. Pemberian bantuan ini juga dalam rangka peringatan HUT Provinsi Jawa Tengah yang ke 69.

Ganjar berharap bantuan tersebut, maka rumah masyarakat makin baik dan sehat untuk dihuni. Pihaknya memastikan pemerintah tak akan tinggal diam melihat kemiskinan di provinsi ini.

“Semua daya upaya kami kerahkan. Baik dari kabupaten, provinsi sampai pusat untuk menyelesaikan rumah tidak layak huni di Jateng. Namun semua itu belum cukup, butuh kekuatan lain seperti Baznas, CSR atau para filantropi untuk keroyokan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan rumah yang sehat, layak huni, dan hidupnya bahagia,” tegasnya.

Bantuan dari masyarakat sekitar lanjut dia juga sangat penting. Sebab, bantuan dari pemerintah hanya bersifat stimulan, dan membutuhkan campur tangan masyarakat melalui spirit gotong royong.

Sementara itu, Untung Supriyadi mengaku tak menyangka mendapat tamu penting. Apalagi gubernur berkenan untuk memulai pembangunan rumah miliknya. Sesuai namanya ia pun merasa mejadi orang yang beruntung. “Senang sekali. Sungguh kebahagiaan yang tidak terkira,” ucapnya.

Ia mengakui, sehari-hari hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Dengan penghasilan yang tak ala kadarnya, ia tak mampu memperbaiki rumahnya yang terbuat dari kayu itu. Padahal rumah yang ia huni bersama keluarga itu mulai bocor saat hujan.

“Penghasilan tidak tetap, kalau ada pekerjaan, sehari dibayar Rp 100.000. Untuk kebutuhan sehari-hari saja susah, apalagi untuk memperbaiki rumah,” ucap bapak tiga anak ini.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.