Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Pranowo Ternyata Punya Gelar Bangsawan Bugis

0 1.948

MURIANEWS.com, Semarang – Setiap hari Kamis semua pegawai di jajaran Pemprov Jateng wajib mengenakan pakaian tradisional, baik baju adat Jawa maupun Nusantara. Seperti Kamis (22/8/2019) hari ini, di mana semua pegawai Pemprov Jateng mengenakan baju adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya para pegawai, para pejabat hingga pucuk pimpinan seperti Gubernur Ganjar Pranowo juga mengenakan baju adat. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Jateng Nomor 065/0016031/2019.

Dalam SE itu dijelaskan jika pegawai Pemprov Jateng wajib mengenakan busana adat Jawa pada Kamis pekan pertama hingga pekan ketiga. Sementara Kamis pekan keempat wajib mengenakan baju adat Nusantara.

Hari ini, Ganjar terlihat mengenakan baju adat dari Makasar, Sulawesi Selatan. Bahkan baju adat ini juga dikenakan saat Ganjar menghadiri berbagai agenda.

Seperti saat menghadiri Munas dan Konferensi Nasional IV Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern di Hotel PO, maupun acara Seminar Nasional Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) di Museum Ronggowarsito. Ganjar juga terlihat nyaman dan santai mengenakan baju adat ini saat berbincang dengan Mahfud MD.

Bukan tanpa sebab Ganjar memilih mengenakan baju adat ini. Ternyata Ganjar mempunyai gelar bangsawan Bugis yakni Daeng Manaba.

Gelar ini diberikan pada 2016 lalu. Gelar untuk bangsawan Bugis itu diberikan oleh kesepuluh raja Sulsel. Penganugerahan gelar ditandai dengan penyerahan keris dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Saat itu Yasin Limpo menyebut jika Ganjar mendapatkan gelar itu karena dinilai sebagai salah satu tokoh perekat bangsa. Ia juga menyebut gelar tersebut sangat istimewa di Sumsel.

“Bukan tanpa alasan (mengenakan baju adat Makasar). Saya sudah dinobatkan sebagai keluarga Sulawesi Selatan dengan sebutan Daeng Manaba,” kata Ganjar.

Ganjar menyebut, meski dirinya berasal dari Suku Jawa, namun ia telah bamyak belajar dari Suku Bugis. Terutama keberanian suku ini mengarungi samudera.

“Tali ini tidak hanya mengikat saya tapi mengikat juga orang Jateng dan Sulsel. Kita berjuang mencapai kejayaan Indonesia, kita menjadi pelopor,” ujarnya.

Ganjar menyebut mewajibkan seluruh pegawai mengenakan baju adat juga bukan tanpa sebab. Yakni untuk meningkatkan rass nasionalisme, serta menjaga kerukunan antarsuku.

Ia menyebut, sejarah telah menunjukan bahwa hubungan antarsuku di Indonesia memiliki kepentingan yang sama untuk mendirikan bangsa Indonesia. Sejarah itu perlu dijadikan contoh untuk generasi saat ini.

“Cekcok antarsuku, SARA, itu jadul. Anak bangsa yang betul ya seperti hari ini. Republik ini lahir dari berbagai golongan. Tidak ada yang utama, semua sama,” terangnya.

Selain itu menurut Ganjar, aneka ragam busana Nusantara sangat banyak. Sehingga, sebagai warga negara yang baik, harus merawatnya dan jangan sampai hilang atau diklaim oleh negara lain.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.