Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Anjlok di Musim Panen Raya, Petani Kopi Pati Resah

0 99

MURIANEWS.com, Pati – Petani kopi di Kabupaten Pati saat ini tengah resah. Pasalnya, harga kopi cenderung menurun, yakni Rp 21.500 per kilogramnya. Bahkan, harga tersebut merupakan harga terendah pada tahun ini.

Sumijan (64) petani kopi asal Dukuh Jurang, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Pati mengatakan, harga jual kopi pada awal panen mencapai Rp 24.000 per kilogram. Namun pada saat panen raya, harganya menurun menjadi Rp 21.500 per kilogram.

Menurutnya, anjloknya harga kopi ini lantaran banyaknya produk kopi yang beredar seiring panen raya di berbagai daerah.

“Mungkin karena kopinya sudah banyak, jadi harganya menurun. Tapi ini merupakan harga terendah tahun ini,” katanya, Kamis (22/8/2019).

Menurut dia, harga kopi sudah mulai menurun sejak pada 2018 lalu. Saat itu harga kopi mencapai Rp 18.000 per kilogram. Hal itu berbanding terbalik dengan harga kopi pada 2016-2017, yakni mencapai Rp 26.000 hingga Rp. 30.000 per kilogram.

Sumijan juga mengatakan, dengan harga jual kopi yang hanya Rp 21.500 itu, diperkirakan hanya cukup untuk ongkos perawatan dan pemupukan. Sebab, usai panen dilakukan, tanaman kopi harus dipupuk dan ranting yang mati harus dipotong.

“Kalau pun untung, paling hanya sedikit. Karena hasil panennya sendiri juga kurang maksimal,” ujarnya.

Dirinya berharap harga kopi dapat stabil, minimal Rp 26.000 per kilogram. Sehingga, para petani juga bisa bernafas panjang. Selain itu, keuntungan yang diperoleh juga lumayan.

“Paling tidak memang Rp 26.000 itu. Kalau bisa pemerintah bisa menentukan harga terendah kopi lah, biyar kami juga merasakan keuntungannya,” harap Sumijan.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.