Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ditinggal Istri Merantau, Buruh di Cilacap Cabuli Anak Tiri Bertahun-tahun

0 848

MURIANEWS.com, Cilacap – Seorang buruh harian lepas berinisial SGN (41) warga Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, tega mencabuli anak tirinya selama bertahun-tahun. Padahal anak tirinya itu masih sangat belia.

Alasan lelaki ini melakukan tindakan tak bermoral itu lantaran ditinggal istrinya merantau. Sementara ia butuh penyaluran hasarat bilogois. Sehingga anak tiri yang ditinggal bersamanya itu yang jadi sasaran.

Aksi pencabulan itu dilakukan sejak tahun 2014, saat itu Melati (bukan nama sebenarnya) masih berusia 12 tahun dan duduk di kelas 1 SMP. Aksi ini berlangsung hingga 2017 saat korban sudah berusia 15 tahun.

Setelah bertahun-tahun, aksi bejat itu akhirnya terbongkar. Melati yang kini berumur 17 tahun mengadu pada ibu kandungnya.

AS (44) ibu korban kemudian melaporkan kasus itu ke polisi. Tak butuh waktu lama, polisi langsung meringkus laki-laki ini.

Kapolsek Jeruklegi AKP Nyoman Sudarjana mengatakan, korban menelepon ibunya yang tengah merantau di Karawang dan mengadu jika ia disetubuhi ayah tirinya secara paksa. Apalagi pelaku juga sering marah jika mengetahui anak tirinya itu dekat dengan laki-laki lain.

“AS selaku ibu korban juga mulai curiga saat pelaku tidak terima saat anaknya dekat dengan teman laki-lakinya. Dan setelah ditanya pelaku mengakui telah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap anaknya” katanya Kamis (22/8/2019).

Dalam pengakuannya, aksi pencabulan itu selalu dilakukan di rumahnya. Kepada polisi selama beberapa tahun, ia hanya menyetubuhi anak tirinya itu selama enam kali.

”Aksi pencabulan terakhir dilakukan sekitar Agustus 2017. Pada saat itu korban berusia 15 tahun dan semua perbuatan tersebut dilakukan di rumahnya,” ujarnya.

Pelaku juga mengakui melakukan persetubuhnan dengan anak tirinya karena istrinya bekerja di luar kota. Sehingga kebutuhan bilogisnya tidak bisa disalurkan, dan dilampiaskan terhadap korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbutanya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Dengan jeratan ini pelaku terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.