Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polsek Bae Turun Tangan Tangani Pembuangan Limbah Tahu di Sungai Dawe

MURIANEWS.com, Kudus – Kepolisian Sektor (Polsek) Bae akhirnya turun tangan untuk menelusuri kembali keberadaan limbah pabrik tahu karangbener yang membuat resah masyarakat di Desa Karangbener, Desa Ngembalrejo, dan Desa Hadipolo, Kecamatan Bae , Kudus. Hal itu dilakukan supaya persoalan bisa selesai dan tidak lagi merugikan masyarakat.

“Kami akan coba telusuri kembali soal kasus ini,” ungkap Kapolsek Bae Iptu Ngatmin, Kamis (22/8/2019).

Selain pengecekan, pihaknya juga akan memanggil pihak-pihak yang bersangkutan untuk melakukan musyawarah. Ngatmin menjelaskan, musyawarah memang sebelumnya telah digelar dan menghasilkan mufakat pembendungan dan pembuangan limbah ke Semarang.

Dalam musyawarah tersebut, setidaknya ada 17 pengusaha tahu yang hadir. Selain itu, Dinas PKPLH, Dinas Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerperinkop dan UKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pihak desa, dan aparat keamanan juga hadir untuk memberikan solusi.

“Mufakat yang sudah dicapai harusnya tetap dijalankan sampai sekarang,” tegasnya

Baca Juga: Dibuang ke Sungai, Limbah Pabrik Tahu di Desa Karangbener Kudus Diprotes  Warga

Ngatmin menyatakan, jika memang pengusaha tahu terus menerus membuat warga resah, bukan tidak mungkin warga bisa membawanya ke ranah hukum. “Mereka dapat dijerat dengan pasal pelanggaran Undang-undang Lingkungan Hidup,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modmin al dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Revlisuanto Subekti mengungkapkan, sebagian besar pabrik tahu di Desa Karangbener Kecamatan Bae belum memiliki izin usaha.

Padahal, pendirian pabrik seharusnya memiliki izin dan dapat membuat IPAL secara bersama untuk mengatasi pencemaran lingkungan. “Jadi tidak ada yang merasa dirugikan dalam hal limbah,” tandas Revli

Sebelumnya, limbah sisa pembuangan dari pabrik tahu di Desa Karangbener diprotes ratusan warga di tiga desa terdekat yang terdampak. Ketiga desa tersebut, yakni Desa Karangbener, Desa Ngembalrejo dan Desa Hadipolo, Kecamatan Bae , Kudus.

Limbah, diprotes karena pihak pabrik dengan sengaja membuang air sisa produksi tahu ke aliran Sungai Dawe dan mencemari aliran. Sekitar 300 tanda tangan pun telah dibubuhkan warga untuk menolak tindakan pembuangan limbah tahu yang tak beraturan di Sungai Dawe tersebut.

Akibatnya, Sungai Dawe yang seharusnya bersih pun tercemar. Bau menyengat sesekali menyerbak ke pemukiman terdekat warga. Yang terparah adalah kini air limbah menjadi sarang puluhan ribu nyamuk.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...