Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Motor Hilang di Plaza Pragola, Pengelolaan Parkir Dinilai Tak Profesional

MURIANEWS.com, Pati – Pengelolaan parkir di Plaza Pragola Pati dinilai belum profesional. Pasalnya, beberapa kali kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi di tempat ini.

Padahal kawasan ini merupakan fasilitas publik yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Peristiwa terbaru adalah pencurian sepeda motor Honda Vario nopol K 5420 KS milik Diana Widi (16) warga Dukuh Jambean, Desa Sidokerto, Kecamatan Pati.

Aksi ini terjadi pada 12 Juli lalu. Saat itu motor dititipkan di tempat parkir dan ditinggal nonton di bioskop. Saat kembali motornya sudah raib.

Pengamat Hukum Kebijakan Publik Kabupaten Pati Darsono mengatakan, pemerintah seharusnya tak sesat pikir menangani masalah parkir. Menurutnya, parkir itu sendiri mempunyai dua fungsi, yakni pendapatan dan penataan.

“Dua fungsi ini kan bisa digabung, penataan sekaligus pendapatan. Saya mengusulkan kepada pemerintah agar pengelolaan parkir di Pragola itu dikelola secara profesional dan resmi,” katanya, Rabu (21/8/2019).

Ia menilai, selama ini pengelolaan parkir di kawasan itu terkesan asal-asalan. Ini menurut dia, terlihat ketika tak semua kendaraan yang masuk diberi karcis.

”Baru setelah adanya kasus pencurian motor, semua pengunjung yang masuk, diberikan karcis,” ujarnya.

Baca: Ditinggal Nonton Bioskop, Motor Warga Pati Digondol Maling

Darsono juga menilai, jika parkir itu tidak dikelola secara resmi, maka yang dirugikan adalah pengunjung. Karena jika ada kehilangan, arah tuntutan dan pertanggungjawabannya tidak jelas.

Dia juga menegaskan, kepada pihak yang mempunyai wewenang di Plaza Pragola juga harus tegas.

“Kalau itu disebut parkir liar, kenapa dibiarkan?. Kalau itu disebut parkir resmi, kenapa berdiam diri ketika ada masalah?” ungkapnya.

Dirinya berharap, karena parkir bisa menjadi pemasukan daerah maka harus dikelola secara profesional. ”Jangan sampai ketika ada kasus pencurian kemudian pihak pengelola berdiam diri,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...